1.000 Anak Yatim di Semarang Dapat Santunan Jelang Lebaran

Img 20220428 173006 1
Img 20220428 173006 1

Kegiatan Sosial Berikan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Kabupaten Semarang

Pada menjelang Idulfitri, sebanyak 1.000 anak yatim di Kabupaten Semarang menerima santunan dalam sebuah kegiatan sosial yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Semarang, Senin (2/3/2026) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang dilaksanakan oleh Yayasan Sukun Wartono Indonesia.

Ketua Yayasan Sukun Wartono Indonesia, Joni Affandi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif yang menyasar 10 kota/kabupaten di Jawa Tengah. Setiap daerah menerima bantuan untuk 1.000 anak yatim, sehingga totalnya mencapai 10.000 anak. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan ke-9 dari kegiatan ini.

”Ini adalah keinginan dan cita-cita dari pendiri perusahaan, Bapak MC Wartono, agar perusahaan senantiasa memberi manfaat, tidak hanya di sekitar perusahaan tetapi juga lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa awalnya program tersebut hanya menyasar kabupaten di wilayah eks Karesidenan Pati, namun kini telah berkembang ke eks Karesidenan Semarang. Tujuan utamanya adalah agar falsafah Urip iku Urup dapat terwujud melalui bantuan sosial yang diberikan.

Joni juga memohon doa agar PT Sukun terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik di bawah bimbingan direksi menuju arah yang semakin maju.

”Kita juga mohon doa agar PT Sukun semakin maju dan berkembang, kepada Direksi PT Sukun selalu diberikan kesehatan agar mampu memimpin perusahaan ke arah yang lebih baik lagi,” harapnya.

Dalam acara tersebut, santunan secara simbolis diserahkan oleh Burhamsyah Rindho Wartono. Sekitar 500 anak hadir mewakili total 1.000 penerima manfaat.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dari PT Sukun terhadap masyarakat. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermakna bagi anak-anak yatim piatu.

”Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Sukun yang konsisten setiap tahun berbagi menjelang Idulfitri. Ini bukan hanya soal santunan, tetapi tentang kepedulian dan perhatian kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan dukungan moral dan kebahagiaan,” ujarnya.

Menurut Ngesti, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sangat penting untuk memperluas jangkauan bantuan sosial. Ia menilai program santunan yang rutin digelar tersebut menjadi contoh konkret kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga berharap kerja sama tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan dapat diperluas dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya. Termasuk dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

”Ke depan kami ingin kolaborasi ini semakin kuat, terutama dalam kepedulian terhadap anak yatim piatu. Semoga PT Sukun terus berkembang dan semakin banyak memberi manfaat, tidak hanya di Kabupaten Semarang, tetapi juga di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” tambahnya.

Kegiatan Sosial yang Berkelanjutan

Program santunan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap anak yatim piatu, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih harmonis dan saling mendukung.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kepedulian sosial. Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan anak-anak yatim piatu dapat merasa lebih didukung dan memiliki semangat untuk hidup lebih baik.

Harapan Masa Depan

Joni Affandi berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung dan berkembang. Ia yakin bahwa dengan komitmen dan kepedulian yang tinggi, PT Sukun dapat menjadi contoh perusahaan yang tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga pada kontribusi positif bagi masyarakat.

”Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sosial,” ujarnya.

Dengan begitu, diharapkan kepedulian terhadap sesama akan semakin meningkat, terutama dalam membantu anak-anak yatim piatu yang membutuhkan dukungan. Dengan demikian, nilai-nilai kemanusiaan dapat terus dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait