1.109 Siswa SMPN 1 Gorontalo Antusias Terima MBG, Camilan Jadi Favorit

Aa1xl8qf
Aa1xl8qf

Penyesuaian Menu MBG Selama Bulan Puasa di SMPN 1 Gorontalo

Selama bulan puasa, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Gorontalo melakukan penyesuaian terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam rangka memperhatikan kondisi para siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa, pihak sekolah mengganti menu MBG dari makanan berat menjadi snack kering. Beberapa contoh makanan ringan yang disediakan antara lain kue, susu, buah, roti, tempe goreng, dan abon.

Pembagian paket MBG dilakukan setiap hari sebelum pukul 10.00 Wita kepada 1.109 penerima. Penerima tersebut tidak hanya terbatas pada siswa, tetapi juga mencakup guru, satpam, dan tenaga tata usaha. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam memastikan semua anggota komunitas sekolah mendapatkan manfaat dari program MBG.

Para siswa tampak antusias menerima paket MBG. Umumnya, mereka menyimpan paket tersebut untuk digunakan saat berbuka puasa. Meskipun ada harapan agar variasi dan kandungan gizi lebih diperhatikan, kebanyakan siswa menilai penyesuaian menu lebih sesuai dengan kondisi Ramadan.

Perubahan Menu MBG

Sebelum bulan puasa, menu MBG biasanya terdiri dari makanan berat seperti nasi, sayur, ikan, susu, dan buah. Namun, selama Ramadan, menu diubah menjadi snack kering. Lusiana Agus, PIC MBG SMPN 1 Gorontalo, menjelaskan bahwa snack kering yang disediakan meliputi kue, susu, buah, telur, roti, tempe goreng, dan abon. Menu tersebut berganti-ganti setiap harinya.

Makanan tersebut dikemas dalam kotak dan dimasukkan ke dalam totebag. Totebag tersebut kemudian dikembalikan ke SPPG sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah. Langkah ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya keberlanjutan.

Respons Positif dari Siswa

Perubahan menu selama Ramadan mendapat respons positif dari siswa. Salah satu siswa, Affan Setiawan Thalib, mengakui bahwa menu yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi puasa. Ia menyatakan bahwa jika makanan berat tetap diberikan, kemungkinan hanya siswa yang tidak berpuasa yang akan langsung mengonsumsinya di sekolah.

Affan juga menilai bahwa makanan berat berisiko basi jika harus menunggu waktu berbuka. Oleh karena itu, ia merasa bahwa perubahan menu lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Meski mengakui bahwa menu sebelum Ramadan terasa lebih mengenyangkan, Affan memahami alasan penyesuaian yang dilakukan.

Umumnya, paket MBG disimpan siswa untuk berbuka puasa di rumah. Pada hari itu, menu yang diterima terdiri dari kurma, kue, susu, dan tempe goreng. Affan memberi masukan agar penyelenggara lebih memperhatikan aspek gizi dan variasi menu. Ia berharap MBG dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi kesehatan siswa.

Proses Pembagian MBG

Sebelum pukul 10.00 Wita, para siswa dipanggil melalui pengeras suara menuju aula sekolah. Di sana, ratusan paket makanan telah tertata rapi di atas meja. Guru dan wali kelas kemudian mengarahkan perwakilan tiap kelas untuk mengambil paket MBG sekaligus mendokumentasikan proses penerimaan.

Suasana terlihat tertib dan penuh antusiasme. Meski hanya berupa snack kering, program MBG selama Ramadan tetap menjadi momen yang dinantikan siswa. Penyesuaian menu pun dinilai relevan dengan kondisi bulan puasa.

Program MBG di SMK Tridharma Gorontalo

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Tridharma Gorontalo juga tetap berjalan lancar selama bulan suci Ramadan. Pihak sekolah mengambil inisiatif strategis dengan melakukan penyesuaian pola penyaluran yang inovatif.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan paket MBG dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan sebagai menu berbuka puasa oleh para siswa. Kebijakan ini diambil mengingat siswa SMK Tridharma sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Kepala Sekolah SMK Tridharma Gorontalo, Nurfajriyati Massa, menjelaskan bahwa mekanisme ini diterapkan untuk mempermudah siswa. Setelah MBG sampai dari dapur SPPG, pihak sekolah menunggu sampai jam pulang sekolah. Jam pulang sekolah yang lebih awal selama Ramadan dimanfaatkan dengan baik oleh pihak sekolah.

Biasanya anak-anak pulang jam satu siang, bertepatan dengan waktu transit makanan sebelum dibawa pulang. Baru setelah itu MBG diserahkan. Skema ini memastikan makanan tetap aman dan rapi saat dibawa pulang oleh para siswa. Kondisi makanan dijamin tetap higienis hingga waktu berbuka puasa tiba di rumah masing-masing.

Pos terkait