10 kejadian kebakaran di Sinjai tahun 2026, kerugian Rp845 juta

Personel Damkar Sinjai 1
Personel Damkar Sinjai 1

Kebakaran di Kabupaten Sinjai Meningkat, Tidak Ada Korban Jiwa

Selama tahun 2026, sebanyak 10 kejadian kebakaran terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Data ini disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Sinjai, Agung Prayogo. Ia menjelaskan bahwa dari tanggal 1 Januari hingga 2 Maret, pihaknya telah menangani 10 kasus kebakaran.

Dari total kejadian tersebut, delapan di antaranya terjadi di Kecamatan Sinjai Utara. Sementara masing-masing satu kasus tercatat di Kecamatan Bulupoddo dan Tellulimpoe. Meski jumlah kejadian cukup tinggi, Agung memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp845 juta.

Agung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia menekankan pentingnya menjaga instalasi listrik dalam kondisi aman serta memastikan penggunaan kompor tidak ditinggalkan saat menyala.

Dua Rumah Ludes di Bulupoddo

Salah satu kejadian terbaru terjadi di Dusun Barang, Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Kebakaran tersebut menghanguskan satu rumah panggung dan satu rumah permanen milik Sokku (70).

Kasi Ops Damkar Sinjai, Muh Yamin, menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh warga bernama Rahman yang melihat kepulan asap dan kobaran api dari arah dapur rumah permanen korban. Rahman kemudian memberitahu warga sekitar yang langsung melakukan upaya penanganan awal agar api tidak meluas.

Menurut informasi yang didapatkan, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian dapur rumah permanen tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan merambat ke rumah panggung berbahan kayu yang berada di sampingnya.

Material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat melahap sebagian besar bangunan sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. Desa Lamatti Riattang sendiri berjarak sekitar 17 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sinjai, dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Upaya Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Agung Prayogo juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang cara mencegah kebakaran. Ia mengajak warga untuk lebih waspada terhadap bahaya listrik dan alat-alat penghasil panas seperti kompor. Selain itu, ia menyarankan agar masyarakat memeriksa kabel dan alat listrik secara berkala untuk mencegah terjadinya korsleting.

Pihak Satpol PP dan Damkar Sinjai juga terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan pelatihan. Mereka menargetkan untuk membangun kolaborasi dengan pihak desa dan organisasi masyarakat guna memperkuat sistem pencegahan kebakaran.

Peran Petugas Pemadam Kebakaran

Petugas pemadam kebakaran di Sinjai bekerja keras untuk menangani setiap kejadian kebakaran. Mereka dilengkapi dengan peralatan yang memadai dan memiliki tim yang terlatih. Namun, mereka tetap menghadapi tantangan, terutama dalam hal waktu respons dan akses ke lokasi kejadian yang jauh dari pusat kota.

Meskipun begitu, petugas tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Mereka juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara efisien dan cepat.

Kesimpulan

Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Sinjai pada tahun 2026 menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko kebakaran. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materi yang signifikan menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada. Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.


Pos terkait