Peristiwa Gerhana Bulan: Tanda Kebesaran Allah dan Momentum untuk Ibadah
Peristiwa Gerhana Bulan menjadi salah satu tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Fenomena ini bukan hanya sekadar fenomena alam biasa, tetapi juga menjadi momen spiritual untuk menyaksikan kebesaran Allah sekaligus beribadah kepada-Nya. Dalam pandangan Islam, gerhana adalah isyarat agar manusia merenungkan keagungan Allah, bukan sekadar menganggapnya sebagai peristiwa yang tidak penting.
Dilansir dari The Spirit of Shalat yang ditulis oleh Al-Hafidz Qathabuddin Al-Qasthalani, salat gerhana sejatinya dilakukan untuk menghormati Allah SWT dengan melanggengkan rasa takut dan waspada. Sebab, makhluk yang sebesar matahari dan bulan saja bisa dihilangkan kebahagiaan dan cahayanya dengan sangat mudah. Maka, tentu saja apa yang bisa membuat keduanya tampak begitu lemah adalah sesuatu yang lebih besar dan berkuasa, yaitu Allah SWT.
Untuk itu, selain melaksanakan ibadah salat Gerhana Bulan (salat Khusuf), kita pun juga di sunnahkan untuk mendengarkan khutbah setelah selesai melaksanakan ibadah salat Gerhana Bulan. Khutbah ini dilakukan setelah salat, bertujuan untuk menasihati agar meningkatkan takwa, sedekah, dan taubat, sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.
10 Khutbah Gerhana Bulan Total
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْــمَلِكِ الْحَقِّ الْــمُبِيْنِ، اَلَّذِي أَرْسَلَ آيَاتِهِ عِبْرَةً لِلْمُعْتَبِرِيْن أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه إِلَهُ اْلأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِينَ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْــمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَــــمِيْنَ, اللَّهُمَّ صلِّى وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .
Jamaah sholat gerhana Bulan yang Berbahagia
Hari ini, kita melihat fenomena alam berupa gerhana Bulan. Gerhana adalah bukti kebesaran Allah. Gerhana bukan sebagaimana diyakini sebagian masyarakat dulu, bahwa itu peristiwa ditelannya Bulan, atau penanda bencana bagi petani, peternak, dan lainnya. Keyakinan seperti itu tidak benar. Gerhana adalah salah satu bukti akan Kemahakuasaan Allah Swt.
Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam QS Yâsîn ayat 40:
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ
“Tidaklah mungkin bagi Matahari mengejar Bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya (orbit).”
Ayat ini menjelaskan bahwa terjadinya gerhana adalah ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada di satu garis lurus. Jika Bulan menghalangi cahaya Matahari ke Bumi, maka itu adalah gerhana Matahari. Jika Bumi menghalangi cahaya Matahari sampai ke Bulan maka disebut dengan gerhana Bulan. Itulah fenomena alam yang kadang terjadi.
Allah menciptakan Bulan sebagai cahaya, Matahari sebagai sumber cahaya, dan Allah menciptakan orbit atau garis edar segala benda langit untuk kehidupan manusia di Bumi, dan sebagai tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir. Oleh karena itu, marilah kita tinggalkan mitos-mitos ketika terjadi gerhana Bulan atau gerhana Matahari, tetapi kita banyak beristighfar banyak mohon ampun dan selalu bertaqarrub kepada Allah SWT.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ
Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada kita bila terjadi gerhana untuk berdoa kepada Allah, mendirikan sholat sunnah gerhana, bertakbir dan bersedekah, sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, yang berbunyi:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah.”
Selain itu, Nabi Muhammad juga mengajarkan bahwa ketika gerhana terjadi, hendaknya kita menghadirkan rasa takut kepada Allah SWT. Sebab, peristiwa tersebut mengingatkan kita akan tanda-tanda kejadian hari kiamat, atau karena takut azab Allah diturunkan akibat dosa-dosa yang dilakukan.
Khutbah III
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْيَلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيك لَه، ذُو اْلْجَلَالِ وَالإكْرَام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى آِلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Jema’ah shalat gerhana Bulan yarhamukumullah
Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia diciptakan dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti Bumi, langit, Matahari, Bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya.
Allah SWT menciptakan semua makhluknya sebagai ayat atau tanda akan keberadaan-Nya. Allah SWT menghadirkan semua ciptaan-Nya untuk dikontemplasikan oleh semua manusia yang meliputi ayat qauliyah (ayat-ayat Qur’an) dan ayat kauniyah (ayat-ayat alam). Al-Qur’an al-Karim sebagai wahyu dan mukjizat terbesar baginda Rasulullah Muhammad SAW merupakan petunjuk, panduan dan manual kehidupan manusia untuk menggapai kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat, dan ayat-ayat kauniyah (alam semesta) adalah semua ciptaan-Nya termasuk yang berada di langit, Bumi dan semua yang ada di ruang antara langit-Bumi yang menjadi tanda-tanda kebesaran Allah SWT untuk direnungkan oleh hamba-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya.
إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلۡيَلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٩٠ ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَاطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ ١٩١
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan Bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan Bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al ‘Imran [3]:190-191)
Dalam ayat lain Allah:
سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّۗ أَوَ لَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah Bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(QS. Fushshilat [41]:51)
Semua ciptaan ini sebagai tanda dari ke-Maha Besar-an, ke-Maha Agung-an dan Ke-Maha Kuasa-an Allah SWT yang dihamparkan sebagai media (wasilah) dan kendaraan manusia untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan hidup serta ridha-Nya. Setiap apa yang dicipta oleh-Nya pasti ada guna dan manfaatnya sekalipun yang seringkali dilihat dirasa oleh manusia dianggap bahaya dan sia-sia ternyata Allah menjawab dengan tegas dalam firman-Nya.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسْتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلٗا مَّا بَعُوضَةٗ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۘ….
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?….., (QS. Al Baqarah [2]:26)
Jema’ah shalat gerhana Bulan yarhamukumullaah,
Manusia bisa mengetahui, melihat dan mengatakan dari semua ciptaan-Nya hanya dari tanda-tandanya bahwa sesuatu itu dikatakan kecil karena wujudnya memang kecil, keadaan itu panas karena cuaca sedang terpancar oleh terik Matahari di siang hari yang tidak terhalang oleh mendung, keadaan malam hari itu indah dan terang karena cuaca malam terpancar sinar Bulan purnama dengan sempurna dan tidak tertutup oleh awan, kita dapat mengetahui bahwa daun sedang bergerak ke arah barat karena ada angin yang sedang bertiup ke arah barat, kita tahu bahwa hewan itu mati karena di tubuhnya sudah tidak menyatu lagi nafasnya, seseorang merasakan panas terbakar karena ada api yang membakarnya jadi apa yang semua dilihat dan dirasa oleh manusia adalah sebagai perantara (wasilah) yang kemudian untuk direnungkan dan diambil hikmah serta ibrah (pelajaran)-nya.
Khutbah IV
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْيَلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيك لَه، ذُو اْلْجَلَالِ وَالإكْرَام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آِلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Jema’ah shalat gerhana Bulan yang berbahagia
Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia diciptakan dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti Bumi, langit, Matahari, Bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya
Khutbah V
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْيَلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيك لَه، ذُو اْلْجَلَالِ وَالإكْرَام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آِلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Jema’ah shalat gerhana Bulan yarhamukumullah
Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia diciptakan dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti Bumi, langit, Matahari, Bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya
Khutbah VI
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ
Jamaah shalat gerhana Bulan yang berbahagia
Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia diciptakan dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti Bumi, langit, Matahari, Bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya
Khutbah VII
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَائِبَيْنِ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْيَلَ وَٱلنَّهَارَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيك لَه، ذُو اْلْجَلَالِ وَالإكْرَام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آِلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا اْلإِخْوَان، أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي اْلقُرْآنِ اْلكَرِيمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ: وَمِنْ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيْلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ، لَا تَسْجُدُوا۟ لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Jema’ah shalat gerhana Bulan yarhamukumullah
Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia diciptakan dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti Bumi, langit, Matahari, Bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya
Khutbah VIII
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ
Jamaah shalat gerhana Bulan yang berbahagia
Allah SWT menciptakan seluruh alam semesta termasuk manusia diciptakan dengan ciptaan yang indah dan sempurna, tidak ada yang sia-sia sedikitpun atas ciptaan-Nya. Semua jenis ciptaan-Nya seperti Bumi, langit, Matahari, Bulan, cuaca panas, cuaca dingin, laut, gunung, pohon, binatang, planet, jin, manusia, malaikat hingga atom dan organ serta sel-sel di dalamnya tidak luput dari penguasaan dan pengaturan Allah SWT. Semua apa yang ada di alam jagad raya ini atas kehendak dan kekuasaan-Nya
Khutbah IX
**اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ و





