Ketersediaan Bahan Bakar di Jaringan Shell Indonesia
Pada bulan Maret 2026, distribusi bahan bakar bensin di jaringan Shell Indonesia masih mengalami ketidakmerataan. Beberapa wilayah tercatat mengalami kelangkaan, khususnya untuk produk Shell Super (RON 92). Berdasarkan informasi resmi dari perusahaan per 1 Maret 2026, hanya sejumlah SPBU di wilayah Jawa Timur yang masih menjual produk tersebut.
Daftar SPBU yang Masih Menyediakan Shell Super
Berikut adalah daftar SPBU yang masih menjual Shell Super (RON 92) di wilayah Jawa Timur:
- Surabaya
-
Shell Kalijudan
-
Blitar
-
Shell M. Hatta-1
-
Jombang
-
Shell Tendean Jombang-1
-
Kediri
-
Shell Pare-1
-
Lamongan
-
Shell Lamongan-1
-
Malang
- Shell Kawi-1
-
Shell Soekarno Hatta-1
-
Mojokerto
-
Shell Gajahmada-1
-
Pasuruan
-
Shell Dr Sutomo-1
-
Tuban
- Shell H. Wuruk-1
Sementara itu, wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jabodetabek dilaporkan masih dalam kondisi kosong untuk stok Shell Super. Hal ini menyebabkan masyarakat di area tersebut harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar tersebut.
Perubahan Harga BBM di Bulan Maret 2026
Selain masalah distribusi, perusahaan juga melakukan penyesuaian harga BBM pada Maret 2026. Harga Shell Super kini naik menjadi Rp12.390 per liter, meningkat dari harga sebelumnya yaitu Rp12.050 per liter pada Februari 2026.
Untuk produk diesel, kenaikan harga lebih signifikan. Shell V-Power Diesel kini dijual dengan harga Rp14.620 per liter, naik dari Rp13.600 per liter pada bulan sebelumnya.
Status Produk Bensin Beroktan Tinggi
Sementara dua produk bensin beroktan tinggi, yakni Shell V-Power (RON 95) dan Shell V-Power Nitro+, hingga saat ini belum memiliki harga terbaru. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya stok kedua produk tersebut di jaringan SPBU Shell Indonesia hingga awal Maret 2026.
Dampak pada Konsumen
Ketidakmerataan distribusi bahan bakar ini memengaruhi konsumen di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten. Mereka harus bersabar dalam menunggu ketersediaan bahan bakar, terutama untuk produk yang lebih tinggi oktannya.
Dengan situasi ini, diharapkan perusahaan dapat segera memperbaiki distribusi dan memastikan ketersediaan bahan bakar yang merata di seluruh wilayah Indonesia.





