10 Tewas, 200 Terluka di Israel Pasca Serangan ke Iran

Aa1xkuj7
Aa1xkuj7



Puluhan korban jiwa dan luka terjadi di Israel setelah negara tersebut melakukan serangan terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2) pagi. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan sekitar 200 lainnya mengalami cedera. Informasi ini disampaikan oleh layanan kesehatan nasional Israel, Magen David Adom (MDA), yang bertanggung jawab atas penanganan darurat dan evakuasi korban.

Operasi militer yang dilakukan oleh Israel diberi nama ‘Roaring Lion’ atau ‘Auman Singa’. Operasi ini didukung oleh Amerika Serikat dan merupakan respons terhadap serangan dari Iran. MDA menyebutkan bahwa sejak dimulainya operasi tersebut, tim mereka telah menangani 238 korban dan membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.



Dari total korban, 10 di antaranya meninggal dunia, dua orang mengalami luka parah, lima luka sedang, dan 221 luka ringan. Sebanyak 175 korban luka terjadi saat mereka sedang mencari tempat berlindung dari serangan. MDA juga menjelaskan bahwa sembilan dari 10 korban jiwa terjadi di Kota Beit Shemesh. Di sana, sebuah rudal menghantam tempat perlindungan, sehingga menewaskan beberapa warga.

“Kami memberikan bantuan medis kepada seorang pria berusia 102 tahun yang terluka saat dalam perjalanan menuju shelter. Ia sempat dievakuasi, namun kemudian dinyatakan meninggal,” ujar MDA.



Serangan rudal balistik dan drone dari Iran menjadi penyebab utama jatuhnya korban. Akibat serangan tersebut, banyak korban terluka akibat hantaman langsung dari artileri Iran dan serpihan rudal yang berhasil dicegat. Selain itu, korban luka juga terjadi karena reruntuhan bangunan, serangan jantung, dan kebakaran yang terjadi akibat serangan.

Beberapa luka ringan tercatat sebagai akibat dari tekanan udara dan efek ledakan, sementara beberapa korban lainnya mengalami cedera akibat kepanikan dan situasi kacau selama serangan. MDA terus berupaya memastikan bahwa semua korban menerima pertolongan medis yang cepat dan tepat.

Peristiwa ini menunjukkan tingkat keparahan konflik yang terjadi antara Israel dan Iran, dengan adanya keterlibatan AS dalam operasi militer tersebut. Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap masyarakat sipil di wilayah yang terkena dampak langsung.

Pos terkait