100 Orang Tewas Akibat Serangan AS-Israel, 2 Sekolah di Iran Disasar Rudal

0c0fcfb0 Fa29 11ee 8616 6f536ec88a8e.jpg
0c0fcfb0 Fa29 11ee 8616 6f536ec88a8e.jpg

Serangan Rudal yang Menargetkan Sekolah di Minab dan Teheran

Sebuah serangan rudal yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan menyerang dua sekolah di kota Minab dan Teheran, Iran. Insiden ini menyebabkan lebih dari 100 korban jiwa, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Laporan tersebut menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga sipil, terutama anak-anak, yang menjadi korban dalam insiden ini.

Menurut laporan resmi dari Bulan Sabit Merah Iran, total korban jiwa mencapai 201 orang, sementara 747 lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas termasuk para siswa dan guru yang sedang berada di sekolah saat serangan terjadi. Pihak Iran langsung menuding AS dan Israel sebagai pelaku serangan tersebut.

Penyangkalan dari Pihak Israel

Namun, militer Israel membantah adanya serangan terhadap sekolah-sekolah tersebut. Juru bicara militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan bahwa pada tahap ini, mereka tidak mengetahui adanya serangan udara Israel atau AS di lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa operasi militer mereka dilakukan dengan presisi tinggi.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan insiden tersebut. Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyampaikan bahwa perlindungan warga sipil adalah prioritas utama. Mereka akan terus mengambil semua tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko bahaya yang tidak disengaja.

Peristiwa di Sekolah Dasar Putri di Minab

Kantor berita resmi Iran, Mizan News Agency, melaporkan bahwa sedikitnya 148 orang tewas setelah serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Sekolah tersebut berada sekitar 600 meter dari pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang sebelumnya menjadi target serangan Israel dan AS.

Di sisi lain, kantor berita Iran Mehr melaporkan setidaknya dua siswa tewas akibat serangan Israel lain yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur Teheran, ibu kota Iran. Serangan ini memicu reaksi keras dari pihak Iran, yang langsung menuduh AS dan Israel sebagai pelaku.

Komentar dari Presiden Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut insiden serangan ke sekolah ini sebagai “tindakan barbar” dan “halaman hitam lain dalam catatan kejahatan yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan oleh para agresor”. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan warga sipil, terutama anak-anak.

Setelah insiden tersebut, organisasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Jenewa memobilisasi tim tanggap darurat untuk bertolak ke sekolah di Iran yang terkena serangan. Seorang pejabat di sekolah dasar putri di Kota Minab mengungkap bahwa sekolah tersebut telah “menjadi sasaran tiga serangan rudal”.

Serangan Berlanjut dan Kematian Pemimpin Tertinggi Iran

Tragedi di dua sekolah tersebut terjadi ketika AS dan Israel melancarkan gelombang demi gelombang serangan udara terhadap target di sejumlah kota di Iran sepanjang hari Sabtu kemarin. Serangan masih berlanjut pada hari Minggu, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara, bersama dengan putri, menantu, dan cucunya.

Pemerintah Iran lantas menyatakan 40 hari berkabung nasional dan tujuh hari libur nasional atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.

Respons dari Pemimpin AS dan Israel

Menyusul serangan yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Presiden AS Donald Trump dalam video pengumumannya di platform Truth Social menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk “membela rakyat Amerika dari ancaman rezim Iran” dan mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Dia juga secara terbuka memanggil rakyat Iran untuk bangkit dan mengambil alih pemerintahan mereka, menyebut ini “kesempatan terakhir untuk generasi mendatang”.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tujuan serangan ini adalah untuk menghilangkan “ancaman eksistensial” dari rezim Iran terhadap Israel.

Serangan Balasan dari Iran

Terkait operasi militer AS-Israel ini, Iran pun langsung melakukan serangan balasan dengan meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke Israel. Sebanyak 27 pangkalan militer AS di Timur Tengah (termasuk di Bahrain, Kuwait, Qatar, UAE, dan lainnya) juga menjadi target serangan balasan Iran.

Dalam pernyataan terbarunya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Iran berjanji akan melakukan serangan pembalasan. IRGC telah mengumumkan dimulainya “operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah Republik Islam Iran,” dikutip dari artikel Middle East Eye, Minggu (1/3/2026).

Menurut IRGC, serangan akan dimulai “dalam beberapa saat” dan akan menargetkan “area pendudukan dan pangkalan teroris Amerika” di wilayah tersebut.

Dampak Lebih Luas

Serangan AS-Israel terhadap Iran juga berdampak lebih luas, di mana sejumlah negara di Timur Tengah menutup wilayah udaranya. Penutupan wilayah udara terjadi di Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab (UEA).

Pos terkait