105.000 Mobil India Agrinas, Utang Harus Lunasi Rp 40 Triliun Tahunan

Aa1wtoq5 1
Aa1wtoq5 1

105.000 Mobil India Agrinas Hasil Utang, Wajib Bayar Cicilan Rp 40 Triliun Per Tahun

Sebuah fakta baru terungkap mengenai rencana pembelian 105.000 unit mobil pikap dan truk dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Ternyata, sebanyak 105.000 unit mobil tersebut akan dibeli melalui hasil utang yang harus dicicil setiap tahunnya dengan besaran sebesar Rp 40 triliun selama enam tahun ke depan.

Mobil-mobil ini terdiri dari berbagai model seperti Tata Yodha, Mahindra Scorpio Pick Up, dan Tata Ultra T.7. Rencana impor ini bertujuan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Namun, kewajiban pembayaran cicilan tersebut jatuh pada Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Purbaya, Kopdes Merah Putih memperoleh pembiayaan melalui pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Hal ini membuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertanggung jawab untuk mencicil kewajiban pinjaman tersebut sebesar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.

“Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari 2026, Jakarta, (23/2/26) mengutip Kompas.com.

Pembayaran cicilan akan dilakukan dengan cara mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang sudah dianggarkan dalam belanja negara setiap tahunnya. Dengan demikian, kata Purbaya, yang berubah hanyalah mekanisme penyaluran anggaran, bukan penambahan beban baru.

Sebelumnya, Istana menyatakan bakal memeriksa informasi terkait perusahaan negara, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor 105.000 pikap dari India. Ratusan ribu kendaraan niaga itu disebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengaku perlu memeriksa jumlah kendaraan yang akan diimpor itu terlebih dahulu sebelum berkomentar lebih lanjut.

Untuk diketahui, Agrinas Pangan Nusantara telah meneken kontrak pembelian 105.000 mobil dari dua pabrikan India, Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors senilai Rp 24,66 triliun. Kedua produsen otomotif itu telah mengumumkan secara terbuka kontrak pembelian tersebut pada situs resmi mereka.

Mahindra & Mahindra Ltd menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up dari Agrinas untuk keperluan Kopdes Merah Putih. Sementara, Tata Motors melaporkan menerima 70.000 pesanan mobil dari Agrinas Pangan Nusantara. Sebanyak 35.000 unit di antaranya berupa Tata Yodha Pick Up dan 35.000 lainnya light truk Ultra T.7.

Importasi ini menjadi sorotan hingga disindir Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita yang bertanggung jawab atas industri dalam negeri.

“Ngecek dulu ya, ngecek dulu ya angka angkanya,” kata Prasetyo saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, (23/2/26) menyitat Kompas.com.

Pos terkait