Fase Kritis Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026
Persebaya Surabaya kini berada di fase paling menentukan dalam perjalanan mereka di Super League 2025/2026. Setelah menjalani sejumlah pertandingan, tim asuhan Bernardo Tavares kini hanya menyisakan 11 laga yang akan menjadi penentu nasib mereka di akhir musim. Dengan empat besar klasemen sebagai target utama, setiap poin yang diperoleh akan sangat berharga.
Pekan ke-24 akan menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya ketika mereka menjamu pemuncak klasemen, Persib Bandung, pada Senin (2/3) pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga ini bukan sekadar pertemuan antara dua tim legendaris, tetapi juga menjadi awal dari rangkaian pertandingan final yang akan menguji konsistensi dan mental pemain.
Dari 11 laga sisa, Persebaya Surabaya harus mampu mempertahankan performa terbaiknya. Setiap pertandingan akan menjadi ajang pembuktian, terutama ketika menghadapi tim-tim papan atas yang juga sedang berburu posisi empat besar. Kesalahan kecil bisa berdampak besar dalam kompetisi yang sangat ketat ini.
Setelah melawan Persib, Persebaya Surabaya langsung bertandang ke markas Borneo FC, yang saat ini berada di posisi ketiga. Ujian tandang ini akan menjadi barometer kekuatan Green Force dalam menghadapi tekanan di luar kandang.
Di pekan ke-26, Persebaya Surabaya kembali bermain di kandang menghadapi Persita Tangerang yang berada di peringkat ketujuh. Poin penting di laga ini wajib diraih sebelum melanjutkan perjalanan ke markas Persija Jakarta pada pekan ke-27. Laga kontra Persija, yang kini berada di posisi kedua, akan menjadi pertandingan sarat gengsi dan tekanan.
Hasil positif di laga ini bisa menjadi langkah penting dalam perburuan empat besar. Selanjutnya, Persebaya Surabaya akan menjamu Madura United yang berada di papan bawah pada 17 April 2026. Meskipun secara matematis laga ini menguntungkan, tekanan sering kali muncul ketika menghadapi tim yang sedang berjuang untuk keluar dari zona sulit.
Pekan ke-29 akan membawa Persebaya Surabaya ke kandang Malut United yang saat ini duduk di peringkat keempat. Laga tersebut berpotensi menjadi duel langsung penentu jarak poin dengan pesaing terdekat di zona atas.
Laga tandang ke markas Arema FC pada 28 April 2026 akan menjadi tantangan berikutnya. Atmosfer panas dan tensi tinggi di laga ini selalu menguras mental dan fisik pemain. Dua laga kandang dan tandang berikutnya akan menghadirkan lawan-lawan yang berada di papan bawah, yakni PSBS Biak dan Persis Solo. Namun, dalam situasi krusial seperti ini, tidak ada pertandingan yang benar-benar mudah.
Persebaya Surabaya kemudian menutup rangkaian tandang dengan menghadapi Semen Padang pada 15 Mei 2026. Musim reguler akan ditutup di kandang saat menjamu Persik Kediri pada 23 Mei 2026 pukul 05.00 WIB.
Di tengah jadwal padat dan tekanan tinggi, fokus utama Bernardo Tavares saat ini tertuju pada efektivitas lini depan. Saat menghadapi PSM Makassar di laga terakhir, Persebaya Surabaya mencatatkan 14 kreasi peluang dan 20 tembakan dengan enam mengarah ke gawang. Ironisnya, hanya satu peluang yang berbuah gol.
Produktivitas inilah yang menjadi pekerjaan rumah besar jelang menghadapi Persib yang dikenal memiliki lini pertahanan paling kokoh hingga pekan ke-23 dengan catatan baru kebobolan 11 gol. Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan, pembenahan penyelesaian akhir sudah menjadi menu utama dalam sesi latihan sepekan terakhir.
Dia tak menampik akurasi pemain masih perlu ditingkatkan agar peluang tak terbuang sia-sia.
”Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir. Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” ujar Tavares.
”Kami selalu ada sesi penyelesaian akhir. Tapi memang kami harus bekerja keras lagi. Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” sambung dia.
Meski mengakui ada kekurangan, pelatih asal Portugal itu melihat progres positif dari timnya. Dia menilai kemampuan menciptakan peluang sudah berada di jalur yang tepat dan tinggal disempurnakan dari sisi fokus serta ketenangan.
”Ingat, hal tersulit di sepak bola adalah menciptakan peluang. Kami sudah di jalur yang benar dengan menciptakan peluang. Kami butuh fokus dan akurasi lebih. Sekarang kami punya waktu persiapan lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir,” tandas Bernardo Tavares.
Sebelas laga sisa Persebaya Surabaya akan menjadi panggung pembuktian mental juara. Jika ingin tembus empat besar Super League 2025/2026, tak ada pilihan lain selain tampil konsisten, tajam, dan minim kesalahan di setiap pertandingan.
Kini, sorotan tertuju pada bagaimana Green Force menjawab tantangan besar tersebut, dimulai dari duel panas kontra Persib di Gelora Bung Tomo. Dari 11 laga penentuan ini, nasib Persebaya Surabaya musim 2025/2026 benar-benar dipertaruhkan.





