Fase Kritis Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026
Persebaya Surabaya kini memasuki fase paling menentukan dalam perjalanan mereka di Super League 2025/2026. Dengan hanya menyisakan 11 laga terakhir musim ini, Green Force harus menghadapi tekanan besar untuk menjaga asa mereka menembus empat besar klasemen akhir. Setiap pertandingan menjadi sangat penting, dan tidak ada ruang untuk kesalahan.
Pekan ke-24 akan menjadi ujian berat bagi Persebaya Surabaya ketika mereka menjamu pemuncak klasemen, Persib Bandung, pada Senin (2/3) pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga ini bukan sekadar duel klasik, melainkan awal dari rangkaian pertandingan final yang akan menguji konsistensi, mental, dan efektivitas tim.
Berikut adalah jadwal sisa pertandingan Persebaya Surabaya yang akan menjadi tantangan berat:
- Pekan ke-24: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung
- Pekan ke-25: Persebaya Surabaya vs Borneo FC
- Pekan ke-26: Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang
- Pekan ke-27: Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta
- Pekan ke-28: Persebaya Surabaya vs Madura United
- Pekan ke-29: Persebaya Surabaya vs Malut United
- Pekan ke-30: Persebaya Surabaya vs Arema FC
- Pekan ke-31: Persebaya Surabaya vs PSBS Biak
- Pekan ke-32: Persebaya Surabaya vs Persis Solo
- Pekan ke-33: Persebaya Surabaya vs Semen Padang
- Pekan ke-34: Persebaya Surabaya vs Persik Kediri
Setiap laga ini memiliki bobot yang berbeda, mulai dari lawan-lawan kuat hingga tim-tim yang sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Namun, dalam situasi seperti ini, tidak ada pertandingan yang benar-benar mudah.
Fokus pada Efektivitas Lini Depan
Di tengah jadwal padat tersebut, fokus utama pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tertuju pada efektivitas lini depan. Pada laga terakhir melawan PSM Makassar, Persebaya mencatatkan 14 kreasi peluang dan 20 tembakan, dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sayangnya, hanya satu peluang yang berbuah gol.
Produktivitas ini menjadi pekerjaan rumah besar sebelum menghadapi Persib Bandung, yang dikenal memiliki lini pertahanan terkuat hingga pekan ke-23 dengan catatan baru kebobolan 11 gol. Tavares mengakui bahwa penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama yang perlu diperbaiki.
”Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir. Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” ujar Tavares.
”Kami selalu ada sesi penyelesaian akhir. Tapi memang kami harus bekerja keras lagi. Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” tambahnya.
Meski mengakui adanya kekurangan, Tavares melihat progres positif dari timnya. Dia menilai kemampuan menciptakan peluang sudah berada di jalur yang tepat dan tinggal disempurnakan dari sisi fokus serta ketenangan.
”Ingat, hal tersulit di sepak bola adalah menciptakan peluang. Kami sudah di jalur yang benar dengan menciptakan peluang. Kami butuh fokus dan akurasi lebih. Sekarang kami punya waktu persiapan lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir,” tandasnya.
Tantangan Besar di Gelora Bung Tomo
Dari 11 laga penentuan ini, nasib Persebaya Surabaya musim 2025/2026 benar-benar dipertaruhkan. Jika ingin menembus empat besar, Green Force harus tampil konsisten, tajam, dan minim kesalahan di setiap pertandingan.
Sorotan kini tertuju pada bagaimana Persebaya Surabaya menjawab tantangan besar tersebut, dimulai dari duel panas kontra Persib di Gelora Bung Tomo. Ini adalah momen krusial yang akan membuktikan mental juara mereka.





