JAKARTA – Indonesia termasuk salah satu negara yang dianggap paling aman untuk mengungsi, jika Perang Dunia III benar-benar terjadi. Dengan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah antara Israel dan Iran, warga dunia mulai mempertimbangkan berbagai opsi untuk mencari tempat berlindung dari konflik yang semakin memburuk. Terlebih, ketegangan telah meningkat hingga melibatkan operasi militer Amerika Serikat (AS) yang merenggut warga sipil Iran di sekolah maupun rumah sakit, bahkan menyerang kantor Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
Berikut adalah daftar beberapa negara yang dianggap paling aman untuk mengungsi:
1. Fiji
Negara kepulauan terpencil di sebelah utara Selandia Baru ini jauh dari titik rawan geopolitik. Angkatan darat hanya terdiri dari 6.000 tentara, tercatat sebagai yang paling mini di dunia. Fiji mengandalkan sektor kehutanan dan perikanan sebagai sumber daya alam utama untuk menjaga ketahanan ekonomi. Negara ini juga sudah terbiasa dengan kunjungan turis untuk berwisata.
2. Tuvalu
Masih dalam kategori negara kepulauan di Samudra Pasifik, Tuvalu menjadi tempat yang aman dan ramah. Negara ini bahkan tidak memiliki tentara aktif, hanya ada polisi untuk menjaga ketertiban lokal, seiring populasinya hanya 10.000 orang saja. Tuvalu mengandalkan perikanan serta pertanian subsisten seperti kelapa dan pulaka sebagai perputaran roda ekonomi. Namun, infrastruktur masih terbatas, bahkan air bersih pun bisa jadi masalah.
Selain itu, bencana alam dan penyakit berbahaya dari nyamuk juga patut diperhatikan.
3. Selandia Baru
Negara paling bawah di Belahan Bumi Selatan ini kerap mengambil sikap netral dalam sebagian besar konflik geopolitik. Meskipun demikian, negara ini punya 15.000 tentara pertahanan dengan fokus pada patroli maritim, menjaga perdamaian, tapi punya kerja sama pertahanan dengan Australia dan AS. Secara geografis, kepulauan yang kaya pegunungan ini punya tulang punggung ekspor berupa produk susu dan daging, serta didukung oleh industri kehutanan, hortikultura, dan perikanan. Masyarakatnya stabil dan infrastrukturnya bagus, sehingga sangat ideal untuk bertahan hidup mengungsi sementara.
4. Indonesia
Sebagai penganut politik bebas-aktif dan penggagas gerakan non-blok, Indonesia termasuk tempat paling aman di dunia kalau terjadi perang dunia. Sebagai negara pasar, penduduk banyak, ditambah geografi luas dan terdiri lebih dari 17.000 pulau, Tanah Air tak punya alasan untuk dijadikan target militer strategis. Kemungkinan terlibat dalam perang antarnegara adidaya pun kecil. Indonesia juga punya sumber daya alam yang kaya dan beragam, dengan tetap mengandalkan perputaran roda ekonomi dari dalam negeri.
5. Islandia
Beralih ke negara Nordik, Islandia menjadi tempat paling aman karena lokasinya paling terpencil, harus menyeberang jauh ke arah barat laut dari Eropa. Terlebih, negara ini juga punya status unik sebagai anggota NATO yang tak punya personel tentara tradisional. Hanya punya Icelandic Coast Guard. Infrastruktur Islandia cukup canggih, menjadi pelopor energi terbarukan sebagai pembangkit listriknya, memanfaatkan latar geografis yang kaya aktivitas vulkanik. Keamanannya untuk pelancong pun termasuk paling baik di seluruh dunia, tapi memiliki kekurangan berupa potensi bahaya cuaca ekstrem dan bencana alam.
6. Argentina
Negara ini termasuk aman ketika Perang Dunia terjadi, walaupun internalnya sedang kacau dan punya histori konflik militer dalam negeri yang signifikan. Negara tempat bernaung Lionel Messi ini masuk kategori aman hanya karena riset tentang negara yang baik untuk ditinggali saat ada bencana kelaparan. Pasalnya, Argentina punya banyak tanaman tahan penyakit, terutama gandum. Bahkan, negara ini bisa tetap punya hasil panen yang melimpah jika terjadi kegelapan total akibat sinar matahari terhalang partikel dampak perang nuklir.
7. Republik Cile
Sama seperti Argentina, negara dengan garis pantai terpanjang di dunia ini punya sumber daya alam yang kaya, dan memiliki infrastruktur terbaik ketimbang seluruh negara Amerika Latin lain. Cile punya logam, perikanan, juga pengekspor berbagai macam buah-buahan. Tak heran, Cile menjadi negara paling stabil di Amerika Selatan. Jika mau mengungsi ke sana, paling-paling waspada dengan meningkatnya kejahatan dan kerusuhan sipil di kota-kota besar seperti Santiago dan Valparaíso.
8. Swiss
Sudah menjadi rahasia umum, Swiss selalu mengambil sikap netral dan tak punya anggota militer aktif. Sebagai simbol perdamaian, negara ini mampu mempertahankan netralitasnya sejak Perang Dunia II. Jika pecah perang terjadi, banyak orang punya bunker darurat di pegunungan, bahkan bisa bertahan dari perang nuklir. Namun, jika benar-benar terjadi perang, Swiss bisa terdampak di tengah medan pertempuran, sehingga mengungsi di sana artinya sama sekali tak bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
9. Kerajaan Butan
Negara yang identik dengan keamanan wisata paling ramah buat pelancong wanita ini menyatakan netral terhadap konflik apa pun sejak bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1971. Dikelilingi banyak pegunungan, pertahanan dirinya lebih mudah, hingga membuat Bhutan hanya punya angkatan darat sekitar 10.000 personel yang dipimpin langsung oleh Raja Butan. Jika mengungsi di sana, pastikan menaati kultur lokal dan hati-hati dengan kondisi ekstrem daerah pegunungan.
10. Antartika
Walaupun aman saat perang, tapi siap-siap kedinginan! Tempat ini benar-benar terisolasi dan tidak berpenghuni, kecuali untuk penelitian. Selain itu, mayoritas untuk ke sana hanya bisa naik kapal. Cuacanya pun ekstrem. Sangat sulit untuk bertahan hidup secara normal, kalau tidak punya pengalaman di tempat dingin.
11. Afrika Selatan
Negara ini memiliki beragam sumber makanan, tanah subur, air tawar melimpah, dan infrastruktur modern, sehingga mudah untuk bertahan hidup. Afrika Selatan dapat diposisikan sebagai lokasi yang aman untuk bertahan hidup karena memiliki swasembada sumber daya.
12. Greenland
Pulau terbesar di dunia ini netral secara politik karena terpencil, hanya punya gunung-gunung, dan populasinya hanya sekitar 56.000 orang. Bepergian ke sana harus waspada terhadap cuaca ekstrem, longsoran es, dan yang paling signifikan di beberapa daerah: serangan beruang kutub!





