12 PMI dari Klungkung Bekerja di Wilayah Terdampak Perang, Disnaker Himbau dari KBRI

Smyh1
Smyh1

PMI Asal Klungkung di Wilayah Konflik Timur Tengah

Sebanyak 12 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, bekerja di dua negara yang sedang menghadapi ketegangan politik dan militer, yaitu Uni Emirat Arab (UAE) dan Kuwait. Kedua negara ini menjadi wilayah yang terkena dampak dari konfrontasi antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat.

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Klungkung kini sedang memperkuat koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali untuk memastikan keadaan terkini dari para PMI tersebut. Upaya ini dilakukan agar informasi dapat diberikan secara akurat dan cepat kepada keluarga para pekerja migran.

“Kami di daerah sedang berkoordinasi dengan pemprov Bali, termasuk komunikasi ke pusat. Kami perlu menerima update pasti, sehingga bisa menyampaikannya kepada keluarga,” ujar Nyoman Sidang saat ditemui di ruangannya, Senin (2/3/2026).

Dari hasil koordinasi sementara, menurutnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara telah mengeluarkan himbauan bagi warga negara Indonesia yang tinggal di wilayah tersebut. Himbauan ini menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan diri.

  • KBRI di Kuwait
  • KBRI di Bahrain
  • KBRI di Yordania
  • KBRI di Abu Dhabi

Selain itu, para warga Indonesia di luar negeri juga diminta untuk tetap menjaga komunikasi dengan sesama masyarakat Indonesia maupun keluarga di tanah air. Jika membutuhkan bantuan, mereka disarankan untuk menghubungi hotline KBRI di masing-masing negara.

“Kami sedang meneruskan himbauan tersebut melalui website Sisnaker Klungkung dan group LPK,” tegas Nyoman Sidang.

Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Menjaga Keselamatan PMI

Untuk memastikan keselamatan para PMI, pihak Dinas Ketenagakerjaan Klungkung melakukan beberapa langkah berikut:

  • Memperkuat koordinasi dengan pihak provinsi dan pusat.
  • Mengumpulkan informasi terkini tentang situasi di wilayah kerja para PMI.
  • Menyebarkan himbauan dari KBRI melalui saluran resmi seperti website dan grup media sosial.
  • Memastikan keluarga PMI mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.

Pentingnya Komunikasi dan Kewaspadaan

Komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja, dan keluarga PMI sangat penting dalam situasi seperti ini. Dengan adanya informasi yang jelas, keluarga dapat merasa lebih tenang dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika diperlukan.

Selain itu, para PMI juga diminta untuk tetap waspada dan mematuhi himbauan dari pihak berwenang. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi akibat ketegangan di wilayah tersebut.

Pos terkait