Program Pembangunan Kesehatan Desa (PKMD) 2026: Mahasiswa Fikes Universitas BTH Tasikmalaya Terjun ke Masyarakat
Sebanyak 165 orang mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas BTH Tasikmalaya akan terjun langsung menyambangi masyarakat di 18 RT yang ada di wilayah Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembangunan kesehatan desa (PKMD) 2026 yang telah resmi dimulai setelah dilepas oleh Rektor Universitas BTH, Prof. Dr. Rusyanto, pada Senin, 2 Maret 2026.
Program PKMD 2026 ini bertujuan untuk melakukan screening kesehatan terhadap lebih dari 700 keluarga di wilayah tersebut dalam durasi dua pekan. Dari 18 kelompok mahasiswa yang dibentuk, masing-masing kelompok memiliki tugas untuk melakukan screening terhadap sekitar 40 keluarga. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat.
Persiapan Sebelum Pelaksanaan Screening
Sebelum pelaksanaan screening, para mahasiswa akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan perangkat pemerintahan di tingkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta puskesmas setempat. Hal ini dilakukan agar program dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dekan FIK Universitas BTH, Dr. Rudy Hidana, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada screening kesehatan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar bermasyarakat. “Program ini juga akan diisi dengan edukasi dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bermasyarakat sambil mendeteksi secara dini persoalan kesehatan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Manfaat Program bagi Mahasiswa
Rektor Universitas BTH Tasikmalaya, Prof. Dr. Ruswanto, berharap melalui program ini, setiap mahasiswa bisa menimba pengalaman nyata. Menurutnya, program ini memberikan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi akademik yang diperolehnya di kampus ke lingkungan masyarakat.
“Kegiatan seperti di puskesmas, klinik atau lainnya kelak akan menjadi garapan mereka. Jadi jika sudah bisa beradaptasi dan belajar sejak dini, mereka nanti akan lebih terbiasa,” ujarnya.
Apresiasi dari Pihak Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Herdiana, MM, mengapresiasi program yang digelar oleh Universitas BTH. Baginya, program ini sangat membantu pemerintah dalam menginventarisasi upaya layanan kesehatan, terutama dalam situasi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang dimiliki pemerintah masih terbatas.
Selain melakukan screening, para mahasiswa diharapkan mampu menularkan keteladanan tentang pola hidup sehat kepada masyarakat. “Mereka diharapkan bisa menjadi contoh dan memotivasi masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gaya hidup yang lebih baik,” kata Asep.
Kesimpulan
Program PKMD 2026 yang dijalankan oleh mahasiswa Fikes Universitas BTH Tasikmalaya tidak hanya berdampak positif bagi masyarakat yang menjadi target, tetapi juga menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan praktis mereka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan mereka tentang kesehatan masyarakat, tetapi juga belajar bagaimana berinteraksi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Dengan demikian, program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kualitas SDM yang berkualitas dan siap dihadapkan dengan tantangan dunia kerja di bidang kesehatan.





