Cuaca Panas Memicu Munculnya Titik Api di Rohil
Cuaca panas yang terjadi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah memicu munculnya sejumlah titik api di berbagai wilayah. Pada Senin (2/3/2026), diketahui bahwa terdapat 18 titik api yang terdeteksi di Kabupaten Rohil. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rohil, Syafnurizal.
Menurut Syafnurizal, titik api tersebut tersebar di dua kecamatan, yaitu 16 titik di Kecamatan Tanah Putih dan 2 titik di Kecamatan Kubu. Pihak BPBD sudah menurunkan dua regu pemadaman untuk mengatasi situasi tersebut.
Titik api pertama kali terdeteksi pada Minggu (1/3/2026) sore kemarin melalui pemantauan yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti luasan areal yang terbakar.
Saat ini, tim gabungan telah turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Di Kecamatan Tanah Putih, BPBD menurunkan 12 orang yang tergabung dalam dua regu pemadaman. Selain itu, mereka juga dibantu oleh personel TNI, Polri, dan kelompok MPA tingkat kecamatan.
Peralatan yang digunakan dalam pemadaman antara lain 20 gulung selang sepanjang 30 meter dan empat mesin pompa air. Sementara itu, titik api di wilayah Kecamatan Kubu diketahui sebagian masuk ke areal perusahaan, tepatnya di Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais. Oleh karena itu, pihak perusahaan juga menurunkan personilnya untuk membantu tim gabungan dalam pemadaman.
Di Kecamatan Kubu, pemadaman titik api dilakukan langsung oleh petugas TNI, Polri, dan pihak MPA kecamatan. Menurut Syafnurizal, jumlah titik api di kecamatan ini tidak terlalu banyak, sehingga dapat ditangani langsung oleh pihak kecamatan.
Namun, pemadaman 16 titik api di Kecamatan Kubu saat ini menghadapi kendala ketersediaan air dan areal gambut yang dalam. “Gambutnya dalam, dan air juga susah. Karena airnya bercampur gambut jadi tidak lancar,” ujar Syafnurizal. Ia menambahkan bahwa pihak perusahaan telah berupaya mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.
Upaya Pemadaman dan Kolaborasi Antar Instansi
Kolaborasi antara berbagai instansi menjadi kunci dalam upaya pemadaman titik api yang terjadi di Kabupaten Rohil. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta pihak perusahaan bekerja sama untuk mengatasi situasi darurat ini. Peran masyarakat melalui kelompok MPA juga sangat penting dalam mendukung tindakan pencegahan dan penanggulangan bencana.
Selain itu, penggunaan peralatan yang sesuai dengan kondisi lapangan menjadi faktor penting dalam efektivitas pemadaman. Meskipun ada tantangan seperti keterbatasan air dan kondisi tanah gambut yang sulit, upaya pencegahan dan respons cepat tetap dilakukan agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran besar.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Meski upaya pemadaman sedang dilakukan, kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran juga sangat penting. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap cuaca panas dan potensi titik api yang bisa muncul akibat aktivitas manusia atau alami. Edukasi tentang cara mencegah kebakaran juga perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan titik api yang terjadi di Kabupaten Rohil dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.





