Pemain Asing di Super League Ikut Merayakan Ramadhan
Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi banyak orang, termasuk para pemain sepak bola. Di Super League Indonesia, sebanyak 19 pemain asing yang berlaga ikut merayakan bulan suci ini. Meski menjalani Ramadhan jauh dari keluarga dan negara asalnya, mereka tetap berusaha menikmati suasana khas bulan Ramadan di Indonesia.
Berikut adalah daftar 19 pemain asing yang ikut merayakan Ramadhan di Indonesia bersama klub masing-masing:
- Alaaedin Ajaraie (Persija Jakarta)
- Nehar Sadiki (Bhayangkara FC)
- Moussa Sidibe (Bhayangkara FC)
- Fareed Sadat (Bhayangkara FC)
- Henry Doumbia (Bhayangkara FC)
- Mohammad Al Husseini (Borneo FC)
- Mohammad Anez (Bhayangkara FC)
- Sandro Embalo (PSBS Biak)
- Mohcine Hassan (PSBS Biak)
- Najeeb Yakubu (Persijap Jepara)
- Aly Ndom (Persijap Jepara)
- Sudi Abdallah (Persijap Jepara)
- Abu Razard Kamara (Persis Solo)
- Javlon Guseynov (Persita Tangerang)
- Tamirlan Kozubaev (Persita Tangerang)
- Rakhmatsho Rakhmatzoda (PSIM Yogyakarta)
- Sheriddin Baboev (PSM Makassar)
- Alhassan Wakaso (Semen Padang)
- Boubakarry Diarra (Semen Padang)
Pengalaman Alaaeddine Ajaraie dalam Bulan Ramadhan
Alaaeddine Ajaraie, salah satu pemain Persija Jakarta, mengatakan bahwa ia merasa nyaman menjalani Ramadhan di Indonesia. Ia menyebut bahwa bermain selama bulan Ramadan memiliki tantangan tersendiri, terutama karena pertandingan sering kali digelar sore hari menjelang Maghrib.
“Saya pikir itu hal yang normal bagi saya karena saya seorang Muslim. Saya sudah bermain dalam banyak pertandingan di bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ia percaya bahwa Allah memberikan kekuatan lebih kepada umat-Nya di bulan Ramadan. “Alhamdulillah,” katanya.
Mayoritas Pemain Asing Baru Pertama Kalinya Merayakan Ramadhan di Indonesia
Bagi Alaaeddine Ajaraie, ini adalah pengalaman pertamanya menjalani Ramadhan di Indonesia. Sebelumnya, ia menjalani bulan suci tersebut di India saat masih bermain untuk klub lama.
Mayoritas pemain asing lainnya juga baru pertama kalinya merayakan Ramadhan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar dari mereka didatangkan pada transfer awal musim 2025/2026 atau paruh musim Januari lalu. Contohnya adalah Nehar Sadiki, Fareed Sadat, Henry Doumbia, dan Mohammad Anez.
Namun, beberapa nama seperti Moussa Sidibe dan Boubakarry Diarra sudah pernah merayakan Ramadhan di Indonesia sebelumnya karena telah berada di tanah air sejak musim sebelumnya.
Suasana Ramadhan di Indonesia
Meskipun jauh dari keluarga, para pemain asing ini mencoba menikmati suasana Ramadhan di Indonesia. Mereka turut serta dalam berbagai tradisi lokal, seperti berbuka puasa bersama rekan-rekan, sholat tarawih, dan memperkenalkan budaya mereka sendiri kepada penduduk setempat.
Beberapa klub juga turut memperhatikan kebutuhan pemain asing selama Ramadhan dengan menyediakan menu berbuka puasa khusus dan memastikan jadwal latihan tidak mengganggu waktu ibadah.
Dengan hadirnya para pemain asing ini, semangat Ramadhan di Super League semakin hidup. Mereka tidak hanya membawa keahlian teknis, tetapi juga memperkaya keragaman budaya di tengah komunitas sepak bola Indonesia.





