2.000 Bikers Hadiri Ngabuburiders di GBK Klaten, Bupati Hamenang Dukung Komunitas Motor Positif

Aa1xj1gl 1
Aa1xj1gl 1

Kegiatan Ngabuburiders di Klaten Menarik 2000 Pengendara Motor

Sebanyak 2000 pengendara motor atau bikers hadir dalam kegiatan Ngabuburiders yang digelar di Grha Bung Karno (GBK), Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, pada Minggu (1/3/2026). Acara ini dihadiri oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, bersama jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait.

Ngabuburiders merupakan kegiatan yang menggabungkan kata “ngabuburit” dan “riders”, yaitu kegiatan menunggu buka puasa bersama para pengendara motor yang tergabung dalam komunitas motor. Dalam acara ini, disajikan berbagai aktivitas seperti pameran modifikasi motor, hiburan musik, ceramah kajian syiar Islam, buka bersama, serta ditutup dengan salat magrib berjamaah.

Penampilan Musik yang Menghibur

Bupati Hamenang, panggilan akrab Bupati Klaten, turut tampil dalam acara tersebut bersama Klaten Project yang dibawakan oleh personel Jikustik. Ia membawakan single religi “Tuhan Itu Ada”, yang baru saja dirilis bersama personel band Jikustik. Selain itu, ada penampil lain seperti Bin Adam yang membawakan salawat versi reagge.

Selain hiburan musik, kegiatan juga dilengkapi dengan kajian syiar Islam yang dipimpin oleh Ustadz Handy Bonny, seorang pendakwah muda asal Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan spiritual.

Eksistensi Positif Komunitas Motor

Ditemui sela kegiatan, Bupati Hamenang menjelaskan bahwa acara ini bekerja sama dengan komunitas Guru Ngaji Berdaya dan Yayasan Al-Fatihah. Tujuannya adalah untuk menyatukan semua komunitas motor yang ada di Kabupaten Klaten.

“Kita menyelenggarakan acara ngabuburider, dimana kita mengumpulkan semua komunitas motor yang ada di Kabupaten Klaten,” ujar Bupati Hamenang.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi komunitas motor yang positif. “Kita tunjukkan, bahwa komunitas motor ini sebenarnya bisa berkarya dan positif,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa tidak semua komunitas motor memiliki konotasi negatif. “Juga kita tunjukkan di warga masyarakat, bahwa tidak semua komunitas motor itu berkonotasi negatif juga,” tambahnya.

Kegiatan yang Lebih dari Sekadar Berkumpul

Tidak hanya menjadi ajang berkumpul para komunitas motor, acara ini juga menyediakan kajian-kajian religius dan hiburan musik religi. Selain itu, dilakukan pula pembagian Al-Qur’an kepada peserta sebanyak dua ribu eksemplar.

Selain itu, dilakukan deklarasi safety riding bersama komunitas motor yang terlibat. Menurut Bupati Hamenang, hobi otomotif boleh saja, asalkan bergabung dalam komunitas-komunitas yang jelas dan terstruktur. “Sebenarnya hobi otomotif itu boleh, asalkan ya bergabung di komunitas-komunitas organisasinya yang jelas. Sehingga kemudian kegiatannya positif,” katanya.

Dengan berkegiatan bersama selama bulan Ramadan, diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaatan dalam beribadah. Acara ini menjadi contoh bagaimana komunitas motor bisa menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat.

Pos terkait