Jemaah Umrah Asal Sumatera Barat Tetap Kembali ke Indonesia Sesuai Jadwal
Sebanyak 2.500 jemaah umrah asal Sumatera Barat (Sumbar) masih berada di Arab Saudi, meskipun terjadi ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika. Meski situasi di kawasan Timur Tengah sedang memanas, pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumbar mengonfirmasi bahwa tidak ada perubahan jadwal kepulangan jemaah dari Arab Saudi ke Tanah Air.
Rifki Diflaizar, Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, menjelaskan bahwa jemaah umrah tersebut berangkat dalam dua program utama, yaitu Awal Ramadan dan Full Ramadan. Sebanyak 1.000 jemaah yang tergabung dalam program Awal Ramadan berangkat pada 22 Februari 2026 lalu. Mereka dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 5 Maret 2026 mendatang.
Sementara itu, 1.500 jemaah lainnya yang ikut dalam program Full Ramadan berangkat pada 23 Februari 2026. Mereka akan kembali ke Padang sekitar tanggal 26 Maret 2026.
Jadwal Kepulangan Jemaah Umrah
Jadwal kepulangan jemaah umrah asal Sumbar telah ditetapkan dengan rinci. Untuk jemaah yang berangkat pada program Awal Ramadan, mereka akan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada 5 Maret 2026. Sementara itu, jemaah yang mengikuti program Full Ramadan akan tiba di Tanah Air pada 26 Maret 2026.
Meski situasi di Timur Tengah sedang memanas, penerbangan langsung dari Arab Saudi ke Indonesia tetap berjalan normal. Namun, penerbangan yang melalui jalur transit terganggu karena adanya daerah konflik.
Kondisi Terkini di Timur Tengah
Konflik antara Iran dan Amerika-Israel telah memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Akibatnya, beberapa penerbangan ditutup sementara. Namun, pihak Kanwil Kemenhaj Sumbar menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada pembatalan atau penundaan jadwal kepulangan jemaah umrah asal Sumbar.
Rifki Diflaizar menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kondisi keberadaan jemaah serta memastikan bahwa semua proses kepulangan berjalan lancar. Ia juga mengatakan bahwa seluruh travel haji dan umrah di Sumbar belum memberikan informasi tentang penundaan keberangkatan.
Jumlah Jemaah Umrah yang Masih Berada di Arab Saudi
Selain jemaah asal Sumbar, sejumlah besar jemaah umrah dari Indonesia juga masih berada di Arab Saudi. Menurut data yang diperoleh, sekitar 58.000 jemaah umrah asal Indonesia masih tertahan di negara tersebut. Hal ini terjadi setelah perang antara Iran dan Amerika-Israel meletus sejak Sabtu (28/2/2026).
Meski begitu, pihak Kemenhaj masih berupaya untuk memastikan kelancaran proses kepulangan jemaah. Mereka terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air sesuai rencana.
Peran Travel Umrah dalam Proses Kepulangan
Travel umrah di Sumbar memiliki peran penting dalam memfasilitasi kepulangan jemaah. Rifki Diflaizar menyebutkan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan resmi tentang pembatalan keberangkatan. Seluruh travel haji dan umrah yang terdaftar di wilayah Sumbar masih menjalankan proses kepulangan sesuai jadwal.
Pihak Kanwil Kemenhaj Sumbar juga terus berkomunikasi dengan para travel untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat kembali ke Indonesia tanpa kendala.
Kesimpulan
Meski situasi di Timur Tengah sedang memanas, jemaah umrah asal Sumbar tetap akan kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pihak Kemenhaj dan travel umrah terus memantau kondisi dan memastikan kelancaran proses kepulangan.





