2.600 Penerbangan ke Timur Tengah Dibatalkan Akibat Serangan AS-Israel ke Iran

99973900 Pesawatisraelafp 1
99973900 Pesawatisraelafp 1

Kebijakan dan Pengaruh Serangan AS-Israel terhadap Penerbangan di Timur Tengah

Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan dampak besar terhadap industri penerbangan di kawasan Timur Tengah. Ribuan penerbangan yang seharusnya melintasi wilayah tersebut dibatalkan, termasuk di bandara-bandara utama seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Situasi ini menimbulkan kekacauan bagi ribuan penumpang yang terjebak di berbagai belahan dunia.

Pembatalan penerbangan terjadi pada Sabtu (28/2/2026) dan Minggu (1/3/2026), dengan lebih dari 1.800 penerbangan yang dibatalkan oleh maskapai-maskapai besar di kawasan Teluk. Menurut data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium, dari sekitar 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah pada Sabtu, sebanyak 966 penerbangan atau sekitar 22,9 persen dibatalkan. Sementara itu, untuk Minggu, sebanyak 716 dari 4.329 penerbangan yang dijadwalkan menuju Timur Tengah telah dibatalkan.

Selain pembatalan, banyak penerbangan yang tertunda. Situs pelacakan penerbangan FlightAware melaporkan lebih dari 19.000 penerbangan tertunda secara global dan lebih dari 2.600 penerbangan dibatalkan pada pukul 02.30 GMT, Minggu. Ketidakpastian tentang durasi gangguan operasional penerbangan ini membuat para penumpang merasa khawatir akan perjalanan mereka.

Perluasan Konflik dan Dampak pada Bandara

Sebagai balasan atas serangan AS dan Israel, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Serangan ini memicu penutupan sebagian wilayah udara di beberapa negara, sehingga memengaruhi lalu lintas penerbangan.

Tiga maskapai utama di kawasan Teluk, yakni Emirates, Etihad, dan Qatar Airways, biasanya melayani sekitar 90.000 penumpang per hari yang melintasi pusat-pusat penerbangan tersebut. Namun, situasi saat ini mengganggu layanan mereka. Bandara Internasional Dubai, salah satu bandara tersibuk di dunia, melaporkan empat orang terluka akibat serangan pesawat tak berawak. Sementara itu, Bandara Internasional Zayed melaporkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka. Serangan juga dilaporkan terjadi di Bandara Internasional Kuwait.

Henry Harteveldt, analis industri penerbangan sekaligus presiden Atmosphere Research Group, mengatakan bahwa para pelancong harus bersiap menghadapi penundaan atau pembatalan penerbangan dalam beberapa hari ke depan karena serangan-serangan ini terus berkembang dan semoga segera berakhir.

Kronologis Serangan dan Dampak di Wilayah Iran

Mengutip NPR, gelombang awal serangan udara AS dan Israel dimulai setelah matahari terbit di Iran pada Sabtu (28/2/2026), dengan ledakan besar menggema di ibu kota Teheran. Video awal menunjukkan kepulan asap tebal membumbung tinggi. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan nasionalnya. Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa serangan udara tersebut menghantam target militer dan sipil.

Kelompok bantuan Palang Merah Iran melaporkan lebih dari 200 orang tewas dalam serangan di seluruh wilayah Iran. Media pemerintah Iran menyebut, salah satu serangan udara menghantam sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan, menewaskan sedikitnya 85 anak, menurut kantor kejaksaan setempat. Jaksa menyatakan masih banyak anak perempuan yang terkubur di bawah reruntuhan.

Serangan Iran kemudian memperluas konflik ke wilayah yang lebih luas. Sirene serangan udara meraung di Israel ketika sejumlah rudal menargetkan Tel Aviv dan Yerusalem pada Minggu pagi. Menurut layanan penyelamatan Israel, 24 jam pertama konflik terbaru ini menyebabkan satu orang tewas dan 121 orang terluka. Beberapa negara Teluk juga melaporkan serangan Iran, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Pemerintah Yordania, yang juga menjadi tuan rumah pangkalan militer utama AS, melaporkan telah menembak jatuh 49 pesawat tak berawak dan rudal balistik yang mengancam wilayahnya. Di Dubai, asap terlihat mengepul dari bandara internasional tersibuk di dunia dan pelabuhan utamanya, sementara puing-puing akibat tabrakan sistem pertahanan udara dengan drone Iran menyebabkan sejumlah orang terluka di daerah permukiman.


Pos terkait