Kondisi Banjir di Kabupaten Nunukan
Ketinggian permukaan air Sungai Sembakung di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali mengalami penurunan pada Minggu (1/3/2026) sore. Meski demikian, ratusan rumah warga di Kecamatan Sembakung masih terendam banjir.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Hasanuddin menjelaskan bahwa tinggi muka air (TMA) Sungai Sembakung pada pukul 17.30 Wita terpantau berada di angka 4,59 meter. Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 6 sentimeter dibandingkan kondisi siang hari.
Lebih lanjut, Hasanuddin menyampaikan bahwa hingga sore hari tidak ada warga yang mengungsi. “Untuk pengungsi nihil. Namun warga tetap diminta waspada karena genangan masih cukup tinggi di sejumlah titik,” ujarnya.
Tercatat sebanyak 1.434 kepala keluarga atau 4.477 jiwa terdampak banjir di Sembakung. Sementara itu, rumah yang masih terendam hingga sore hari berjumlah 227 unit, dengan ketinggian air di dalam rumah warga mencapai lebih dari satu meter di beberapa lokasi.
Di wilayah Kecamatan Sembakung, sebanyak lima desa dari total delapan desa terdampak banjir. Petugas BPBD bersama unsur TNI-Polri, aparat kecamatan dan desa, serta relawan terus melakukan pemantauan wilayah sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi dampak lanjutan.
Dari enam kecamatan yang berada di sepanjang Sungai Sembakung dan sebelumnya terdampak banjir, lima kecamatan dilaporkan sudah surut dan kembali normal, yakni Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Persidangan, Lumbis Ogong, Lumbis, dan Sembakung Atulai. Sementara itu, Kecamatan Sembakung hingga kini masih terdampak banjir dengan sejumlah rumah warga yang masih terendam.
Malam ini BPBD masih melakukan pembersihan di wilayah sejumlah titik terdampak banjir. BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.
Situasi Terkini di Wilayah Sembakung
Sejumlah wilayah di Kecamatan Sembakung masih menghadapi tantangan akibat banjir. Genangan air yang cukup dalam membuat aktivitas masyarakat terganggu. Meskipun penurunan permukaan air telah tercatat, namun kondisi ini belum sepenuhnya membaik.
Petugas BPBD terus berupaya memastikan keselamatan warga dengan melakukan pemantauan rutin. Mereka juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak mengabaikan ancaman yang mungkin muncul.
Selain itu, pihak BPBD juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti TNI-Polri dan relawan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan warga di tengah situasi banjir. Upaya-upaya ini dilakukan agar tidak ada korban tambahan dan masyarakat dapat segera kembali ke aktivitas sehari-hari.
Perkembangan di Kecamatan Lain
Beberapa kecamatan lain yang sebelumnya terdampak banjir kini mulai pulih. Lima kecamatan dari enam kecamatan yang berada di sepanjang Sungai Sembakung sudah surut dan kembali normal. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi kondisi sulit akibat banjir.
Meski begitu, Kecamatan Sembakung masih menjadi fokus utama karena masih ada beberapa rumah warga yang terendam. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di sana masih membutuhkan perhatian lebih besar.
Imbauan dari BPBD
BPBD Nunukan mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan banjir. Masyarakat juga diminta untuk segera melapor jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan. Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Upaya-upaya yang dilakukan oleh BPBD dan pihak terkait menunjukkan komitmen untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di tengah situasi banjir. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan kondisi bisa segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.





