JAKARTA – Ajang kompetisi pencarian bakat dalam menyampaikan dakwah, Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 kembali hadir di Indosiar selama Ramadan 1447 H. Tahun ini, acara yang menampilkan para peserta berkompetisi dalam menyampaikan tausiyah terbaik kembali memikat perhatian pemirsa.
Sebanyak 28 peserta yang terbagi ke dalam tujuh kloter tampil berkompetisi di hadapan para juri, yaitu Fantastic Four yang terdiri dari Mamah Dedeh, Ustaz Subkhi Al Bughury, Ustaz Solmed, dan Ustaz Wijayanto sejak penayangan perdananya pada 19 Februari 2026. Selain menyajikan tausiyah yang inspiratif, pemirsa juga akan diberi hiburan oleh Akbar Family, yaitu Valen DA7, Mila DA7, April DA7, dan Arbil DA7 yang akan berinteraksi langsung dengan para D’Cendol (Aziz Gagap, Jirayut, Ate, dan Boah).
Pada Senin (23/2), Ilma (Wonogiri) dari Kloter Jabal Nur harus ‘wassalam’ dari Babak Top 28 setelah mendapatkan nilai terendah yakni 350 poin. Hal ini menyusul Ozan (Samarinda), Yahdina (Lombok), Tengku Rizky (Aceh), dan Dayat (Cimahi) yang telah wassalam dari kloter sebelumnya.
Sebelum penampilan dari Kloter Jabal Nur dimulai, AKSI 2026 dibuka dengan grup Cendol yakni Jirayut, Ate, Boah, dan Aziz Gagap dengan kehadiran Tasya DA7, Zahra DA7, Mila DA7, dan Arbil DA7 yang menampilkan sketsa tentang warga yang terkena bencana alam banjir.
Penampilan pertama dari Kloter Jabal Nur dibuka oleh Ilma (Wonogiri) yang membawakan tausiyah bertemakan “Serakah Membuat Alam Marah”. Dalam tausiyahnya, Ilma mengingatkan pentingnya tobat ekologis melalui konservasi lahan dan reboisasi untuk mencegah kerusakan bumi.
Ustaz Subki memberikan pujian atas penyampaian Ilma yang tidak hanya menjelaskan istilah dosa ekologis, tetapi juga memberikan solusi berupa taubat ekologis. Namun, meskipun tampil baik, Ilma hanya mendapatkan poin 350 dari keempat dewan juri, sehingga harus ‘wassalam’ dari babak Top 28 AKSI 2026.
Berikutnya, Mulki (Maros) tampil dengan tausiyah bertemakan “Integrasi Iman dan Amal”. Melalui tausiyahnya, Mulki mengingatkan bahwa iman tidak hanya diucapkan, tetapi juga dibuktikan melalui perbuatan baik dan bermanfaat. Ustaz Wijayanto memberikan pujian atas cara penyampaian Mulki, namun juga memberikan saran agar tema yang digunakan lebih inovatif dan berbeda.
Kang Jajang (Garut) kemudian tampil dengan tausiyah bertemakan “Berharap Cuan, Datang Kehancuran” yang mengingatkan tentang bahaya judi dan keuntungan instan yang dapat merusak harta, keluarga, serta masa depan. Mama Dedeh memberikan pujian atas penampilan Jajang yang luar biasa dan topik yang relevan saat ini.
Ki Bungsu (Serang) menjadi penampil terakhir dalam Kloter Jabal Nur dengan tausiyah bertemakan “Mari Kita Rukun”. Ustaz Solmed memberikan komentarnya melalui gambar ‘rumah’ yang menjelaskan makna kerukunan. Ustaz Subki juga memberikan pujian atas penyampaian Ki Bungsu yang jelas dan terstruktur. Berkat penampilan yang luar biasa, Ki Bungsu berhasil meraih poin tertinggi yakni 358 dan melanjutkan ke babak berikutnya.
Setelah penampilan dari Kloter Jabal Nur, Babak Top 28 AKSI 2026 dilanjutkan dengan penampilan Kloter Bukit Marwah pada Selasa (24/2). Empat peserta yang bersaing dalam kloter ini adalah Doni (Tasikmalaya), Fifah (Sukabumi), Kahfi (Pamekasan), dan Sahrul (Kalianda).





