Jalur Penghubung Boltim-Kotamobagu Mengalami Kerusakan Parah
Jalur penghubung antara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kota Kotamobagu, khususnya di wilayah Kecamatan Modayag hingga Nuangan, mengalami kerusakan yang sangat parah. Akses vital ini tidak hanya berlubang, tetapi juga terdapat beberapa titik yang sudah putus total. Selain itu, pantauan di lokasi menunjukkan belasan titik lainnya nyaris putus akibat tepian jalan yang terus tergerus oleh longsoran tanah.
Kondisi infrastruktur jalan di Boltim semakin memprihatinkan. Sebagai salah satu daerah dengan jumlah jalan rusak terbanyak di Sulawesi Utara, jalur penghubung Boltim-Kotamobagu kini menjadi sorotan karena minimnya penanganan dari pihak terkait. Berikut adalah beberapa fakta mengenai kondisi jalan tersebut:
- Putus Total dan Belasan Titik Longsor
Jalur penghubung Boltim-Kotamobagu, khususnya di wilayah Kecamatan Modayag hingga Nuangan, mengalami banyak kerusakan parah. Akses vital ini tidak hanya sekadar berlubang, namun terdapat titik yang sudah putus total. Selain itu, pantauan di lokasi menunjukkan belasan titik lainnya nyaris putus akibat tepian jalan yang terus tergerus longsor. Kondisi ini diperparah dengan minimnya penerangan, sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas.
Salah satu warga, Rudini, mengungkapkan kekhawatirannya saat melintasi jalur Desa Lanut pada malam hari. “Banyak tepian jalan yang terancam longsor. Tapi belum kunjung diperbaiki,” ungkap dia.
- BPJN Sulawesi Utara Dituding Abai
Meski statusnya merupakan jalur penghubung antarwilayah yang strategis, jalan tersebut dinilai tidak mendapatkan perhatian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara. Padahal, jalan ini merupakan akses utama bagi warga Nuangan yang ingin menuju Kotamobagu maupun Manado, termasuk untuk keperluan medis.
Fendri, seorang pemuda setempat, menyayangkan sikap instansi terkait yang seolah menutup mata. “Kami sering membawa keluarga yang sakit lewat jalan ini. Tapi sayangnya tak dapat perhatian BPJN Sulut,” ucapnya, Minggu (1/3/2026).
- Kekecewaan Warga
Kerusakan jalan yang berlarut-larut ini telah melahirkan sentimen negatif terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Warga merasa fasilitas di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR) dianaktirikan dibandingkan daerah lain. Kekecewaan ini bahkan disebut-sebut menjadi pemicu menguatnya tuntutan pemekaran wilayah.
Seorang warga menegaskan bahwa Pemerintah harus segera mengambil tindakan nyata. “Karena suara-suara yang menuntut pemekaran kemarin lahir dari kekecewaan warga, terutama fasilitas jalan yang dicueki Pemprov Sulut,” tegasnya. Ia juga menambahkan agar Boltim tidak dipandang sebelah mata dalam pembangunan infrastruktur.
“Biar bagaimanapun Boltim bagian dari Sulut. Jangan jadikan kami anak tiri,” tandasnya.





