3 Pekan di Mahulu, Kompol Djoko Purwanto Akui Akses Jalan Jadi Pengalaman Berkesan

Djoko Murwanto Direktur Teknik Sac Akui Kehandalan Sistem Kelistrikan Bus Listrik Telah Lampaui Di Atas Standar Dunia 1
Djoko Murwanto Direktur Teknik Sac Akui Kehandalan Sistem Kelistrikan Bus Listrik Telah Lampaui Di Atas Standar Dunia 1

Profil Kompol Djoko Purwanto, Wakapolres Mahakam Ulu yang Berpengalaman

Kompol Djoko Purwanto, seorang perwira menengah Polri berusia 47 tahun, kini resmi menjabat sebagai Wakapolres Mahakam Ulu sejak awal Februari lalu. Ia telah mengemban tugas di wilayah paling hulu Kalimantan Timur selama kurang dari satu bulan.

Djoko lahir dan besar di Balikpapan, tempat ia menempuh pendidikan SD hingga SMA sebelum bergabung dengan kepolisian pada tahun 1998 dan lulus pada 1999. Setelahnya, ia melanjutkan studi S1 di Universitas Balikpapan.

Karier Djoko terus berkembang dengan mengikuti berbagai pendidikan lanjutan. Pada 2008, ia mengikuti Sekolah Inspektur Polisi Perwira, kemudian melanjutkan S2 di Surabaya dan lulus pada 2012. Tahun 2017, ia menempuh pendidikan SESPIMMA sambil masih bertugas di Provinsi Kalimantan Utara.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Djoko dipindahkan ke Polda Kaltim seiring pembentukan Polda Kaltara. Menurutnya, perpindahan ini menjadi momen yang patut disyukuri karena memungkinkannya untuk lebih dekat dengan keluarga.

Sebelum menjabat Wakapolres Mahakam Ulu, Djoko pernah bertugas di Polda Kaltim, lalu menjadi Kabag Ops Polresta Balikpapan selama 1 tahun 9 bulan dan Kapolsek Balikpapan Barat.

Pengalamannya dalam bekerja di wilayah pedalaman juga tidak sedikit. Ia pernah bertugas di Kutai Barat selama empat tahun, dengan jabatan Kapolsek Melak selama dua tahun dan Kapolsek Bentian Besar sekitar 1 tahun 10 bulan selama masa pandemi Covid-19. Selain itu, ia juga pernah berdinas di Malinau, Kalimantan Utara, serta menjadi Kapolsek Sebatik di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Djoko mengaku tidak terlalu asing dengan karakter wilayah Mahakam Ulu yang relatif sepi dan jauh dari perkotaan. Namun, kesan paling berkesan baginya selama tiga pekan bertugas adalah kondisi akses jalan menuju Mahakam Ulu.

“Walaupun sudah tembus jalan dari Kubar ke Mahakam Ulu, kalau habis hujan atau saat hujan jalan ini sulit sekali,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).

Ia menceritakan pengalamannya menggunakan jalur darat beberapa waktu lalu, di mana perjalanan dilakukan pada malam hari dan rombongannya mendapati sejumlah kendaraan terjebak di jalan berlumpur menunggu ditarik. Bahkan, saat kembali dari Kutai Barat usai kegiatan audit, kendaraan yang ditumpanginya sempat termundur di daerah Gunung Betuan karena jalan licin usai hujan.

“Kita ulangi iuga tadi pelan pelan tidak laju, karena kalau lajukan bisa slip,” jelasnya.

Meski demikian, Djoko menegaskan dirinya sudah terbiasa bertugas di wilayah pedesaan dan terpencil. Baginya, tantangan wilayah bukan hal baru sebagai anggota Polri selama 27 tahun.


Pos terkait