326 Lubang Menganga, Jalan Simpang Beringin–Maredan Rusak Parah

Aa1xodaa 1
Aa1xodaa 1



PEKANBARU (CO) – Sejumlah titik kerusakan di ruas jalan Simpang Beringin–Maredan kini mencapai 326 lokasi. Meski arus lalu lintas di jalur tersebut tergolong sepi sejak akses Pekanbaru–PT SIR–Siak dibuka, kondisi jalan tetap menjadi perhatian serius. Kerusakan yang dominan adalah lubang besar akibat intensitas truk bertonase berat yang melintas setiap hari.

Badan jalan yang sebagian besar menggunakan rigid beton juga mengalami kerusakan. Tidak hanya lapisan beton yang retak atau patah, namun lapisan aspal di beberapa bagian juga hancur. Kondisi ini semakin memperparah risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan berat yang sering melewati jalur tersebut.

Lubang-lubang yang terbentuk memiliki ukuran dan kedalaman yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya mencapai kedalaman 20 sentimeter dengan lebar sekitar 6 hingga 8 meter. Bahkan, di beberapa titik, lapisan aspal sudah tidak terlihat lagi. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan jalan semakin parah dan jumlah titik rusak terus bertambah.

Rayyan, seorang sopir truk pengangkut tandan buah segar (TBS), mengungkapkan bahwa jalur tersebut cukup berisiko, terutama bagi pengendara yang tidak terbiasa melintas. Ia mengatakan, meskipun ia sendiri sering melintasi jalan ini dalam konvoi, tetap harus ekstra hati-hati karena bisa menyebabkan kerusakan pada gardan atau velg.

Menurut Rayyan, jalur ini menjadi akses tercepat menuju Sikijang, Kabupaten Pelalawan, tempat pengantaran TBS dilakukan. Ia menjelaskan bahwa ada segmen jalan rusak merata hingga lebih dari 100 meter, yang membuatnya sulit membawa muatan. Saat cuaca panas, debu beterbangan, sedangkan saat hujan, jalan berubah menjadi kubangan.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Meskipun jalur ini kini tidak lagi sepadat sebelumnya, kerusakan tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Siak, Ardi Irfandi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Provinsi Riau terkait kerusakan jalan provinsi tersebut. Material perbaikan disebut sudah tersedia dan pengerjaan direncanakan sebelum Idulfitri. Menurutnya, salah satu titik kerusakan yang perlu diperbaiki adalah Jalan Pipa.

Untuk ruas Simpang Beringin–Maredan, koordinasi juga telah dilakukan. Namun, belum dipastikan apakah perbaikan akan dilaksanakan sebelum atau setelah Idulfitri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengaku telah meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah Siak. Ia menyatakan keprihatinan atas banyaknya lubang yang ditemukan. Menurutnya, uang sudah tersedia untuk menutup lubang, tetapi manajemen pekerjaan perlu diperbaiki agar proses perbaikan berjalan cepat.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pekerjaan yang lebih terukur dan terkoordinasi. Jumlah tim lapangan juga diminta ditambah dan disebar di ruas prioritas. Setiap tim minimal harus menangani 10 sampai 15 kilometer. Dalam satu tim, harus lengkap dengan grader, vibro, water tank, dan peralatan pendukung lainnya.

Menurutnya, lambatnya perbaikan selama ini disebabkan oleh keterbatasan personel dan peralatan. Dengan formasi tim yang lebih solid, pekerjaan diyakini bisa lebih efektif. Ia menargetkan sebagian besar penutupan lubang di ruas tersebut dapat diselesaikan sebelum Idulfitri 2026 dan akan kembali turun langsung untuk memantau progresnya.

Pos terkait