Peragaan Wastra Jawa Tengah di D’Modifest 2026
Dalam ajang Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, tampil berbeda bersama para ketua Dekranasda dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Acara ini digelar di Atrium The Park Mall, Kota Semarang, pada Sabtu, 28 Februari 2026, dan turut dihadiri oleh sejumlah ketua organisasi wanita.
Para istri kepala daerah tersebut berperan sebagai model dadakan, memperagakan wastra unggulan dari daerah masing-masing. Berbagai jenis kain seperti batik klasik, tenun dengan detail rumit, lurik berkarakter, hingga kombinasi wastra modern tampil memukau di atas panggung.
Peragaan dimulai oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, yang mengenakan batik cokelat. Satu per satu peserta menunjukkan ciri khas daerah masing-masing, disambut tepuk tangan hangat penonton.
Sebagai penutup, Nawal Arafah Yasin tampil memikat dengan dres panjang merah dan outer batik tenun. Ia menjelaskan bahwa busana tersebut merupakan karya desainer Kota Semarang yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC).
“Jadi ini batik sama tenun rancangan salah satu desainer dari Kota Semarang, yang masuk dalam komunitas IFC. Ini hanya dua hari sudah jadi, dan alhamdulillah bisa digunakan,” ujar Nawal.
Menurutnya, D’Modifest 2026 bukan sekadar pameran, melainkan ajang untuk memperkuat posisi wastra Jawa Tengah di tengah persaingan industri fesyen. Event ini juga membuka peluang transaksi langsung antara perajin dan pengunjung.
“Kami mendorong adanya transaksi, dan bagaimana ini juga untuk membangkitkan ekonomi di Jawa Tengah. Harapannya nanti bisa mendorong para UMKM go global,” tambah Nawal.
Dukungan Penuh dari Wakil Gubernur Jawa Tengah
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang menyaksikan peragaan, mengaku terkesan dengan karya para desainer lokal. Bersama Gubernur Ahmad Luthfi, ia menegaskan dukungan penuh untuk pengembangan UMKM.
“Kami harap karya-karya para desainer lokal itu bisa tampil bukan hanya go di Jawa Tengah, tetapi juga bisa go nasional, bahkan go international,” kata Gus Yasin.
Pentingnya Kegiatan D’Modifest
D’Modifest 2026 menjadi momen penting dalam upaya melestarikan dan mempromosikan wastra Jawa Tengah. Acara ini tidak hanya menjadi wadah bagi para perajin untuk menampilkan karyanya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk langsung bertransaksi dengan para pengrajin.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap kain wastra. Para peserta dan penonton diajak untuk lebih menghargai seni dan keterampilan yang tersembunyi dalam setiap produk kerajinan.
Potensi Ekonomi dari Kegiatan Ini
Dengan adanya D’Modifest 2026, diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM di Jawa Tengah. Para pengrajin memiliki kesempatan untuk menawarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen, sehingga mempercepat proses penjualan dan meningkatkan pendapatan.
Selain itu, acara ini juga menjadi media promosi yang efektif bagi para desainer lokal. Dengan tampil di acara skala besar, karya mereka dapat dikenal oleh lebih banyak orang, termasuk investor dan pemangku kebijakan.
Keberlanjutan dan Inovasi
Dalam rangka menjaga keberlanjutan, D’Modifest 2026 juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan wastra. Desainer-desaier lokal didorong untuk menciptakan karya yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga sesuai dengan tren fesyen modern.
Dengan demikian, wastra Jawa Tengah dapat tetap relevan di tengah perubahan zaman, sekaligus tetap menjaga identitas budaya yang khas.
Kesimpulan
Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, D’Modifest 2026 menjadi acara yang sangat penting dalam mempromosikan wastra Jawa Tengah. Selain itu, acara ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan pelestarian budaya lokal.





