39 Kepala Keluarga Korban Banjir di Bener Meriah Masih Mengungsi, Pembangunan Huntara Terus Dipercepat

Pembangunan Hunian Sementara Huntara Di Aceh Dan Sumatera Utara
Pembangunan Hunian Sementara Huntara Di Aceh Dan Sumatera Utara

Kondisi Pengungsi di Kabupaten Bener Meriah

Di Kabupaten Bener Meriah, sebanyak 39 kepala keluarga masih tinggal di pengungsian. Kondisi ini terjadi akibat bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang yang menimpa kawasan tersebut pada akhir November 2025. Sejak peristiwa tersebut, pemerintah setempat terus berupaya mempercepat proses pemulihan bagi warga yang terdampak.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi, menjelaskan bahwa jumlah pengungsi tersebar di beberapa desa. Berikut rincian penyebaran mereka:

  • Kampung Uning Mas: 5 KK
  • Kampung Rimba Raya: 7 KK
  • Cemparan Pakat Jeroh: 5 KK
  • Simpang Renggali: 5 KK
  • Pantan Kuli: 4 KK
  • Simpur: 2 KK
  • Kampung Jamur Atu: 11 KK

Total keseluruhan pengungsi mencapai 39 kepala keluarga. Pihak pemerintah daerah mengklaim bahwa seluruh pengungsi akan segera ditempatkan di Hunian Sementara (Huntara) dalam waktu dekat.

Pembangunan Huntara sebagai Prioritas Utama

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melakukan pembangunan Huntara sebanyak 914 unit untuk masyarakat yang terdampak bencana. Hingga saat ini, sebanyak 875 unit sudah selesai dibangun dan telah ditempati oleh para pengungsi. Sisanya sedang dalam proses percepatan pembangunan.

Ilham Abdi menyatakan bahwa target utama adalah seluruh pengungsi dapat masuk ke dalam Huntara dalam pekan ini. Untuk itu, pihaknya terus mendorong vendor penyedia Huntara agar lebih cepat menyelesaikan proyek tersebut.

“Harapan kami, dalam minggu ini seluruh pengungsi wajib masuk ke Huntara. Kami terus mendorong vendor untuk lebih cepat menyiapkan Huntara,” ujar Ilham.

Jenis-Jenis Huntara yang Disediakan

Huntara di Bener Meriah terdiri dari dua jenis, yaitu bangunan yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu). Kedua jenis ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal sementara yang layak bagi para korban bencana.

Sebelumnya, pemerintah kabupaten juga telah menyerahkan sebanyak 226 unit Huntara kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah yang cukup parah. Hal ini dilakukan melalui sinergi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan BNPB.

Bantuan untuk Kelangsungan Hidup dan Pemulihan Ekonomi

Selain mendapatkan bangunan fisik, para penghuni Huntara juga menerima paket bantuan yang bertujuan untuk mendukung kelangsungan hidup dan pemulihan ekonomi. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana.

Dengan adanya pembangunan Huntara dan bantuan sosial, diharapkan para pengungsi dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan kondisi yang lebih stabil.


Pos terkait