bali.
DENPASAR – Polda Bali masih melakukan penyelidikan terkait keberadaan enam tersangka yang terlibat dalam kasus penculikan seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina bernama Ihor Komarav alias IK, 28 tahun. Keenam tersangka tersebut diduga merupakan WNA dengan inisial RM, VK, AS, VN, SM, dan DH. Semuanya adalah laki-laki dan saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Berdasarkan data perlintasan orang asing di Imigrasi, empat dari keenam tersangka telah kabur ke luar negeri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Sementara itu, dua tersangka lainnya masih berada di wilayah Indonesia.
Penyidik Polda Bali hingga saat ini belum berhasil menemukan keberadaan korban Ihor Komarav, yang menghilang tanpa jejak setelah diculik. Namun, berdasarkan data perlintasan orang asing di Imigrasi, diperkirakan korban masih berada di wilayah Indonesia.
“Keberadaan korban tentunya masih di wilayah Indonesia karena identitasnya sudah terdata di imigrasi. Tidak mungkin keluar dari wilayah kita. Jika keluar pasti akan ketahuan,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy.
Kombes Ariasandy juga belum bisa memastikan apakah potongan tubuh korban mutilasi yang ditemukan di Pantai Ketewel, Gianyar, beberapa hari lalu adalah milik Ihor Komarav atau bukan. Pihak kepolisian sedang melakukan pengambilan sampel DNA dari potongan tubuh tersebut dan orang tua korban untuk memastikan identitasnya.
“Masalah penemuan potongan tubuh itu, kami masih dalam proses identifikasi potongan tubuh ini milik siapa dengan mencocokkan DNA. Salah satunya dengan mencocokkan DNA orang tua korban IK,” jelas Kombes Ariasandy.
Ihor Komarav dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) diduga diculik oleh orang tak dikenal. Saat itu, korban dan rekan-rekannya sedang hendak berlatih mengendarai motor di medan tanjakan di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Korban yang dibonceng oleh salah satu rekannya berada di posisi paling belakang.
Namun, dalam perjalanan itu, Ihor dan satu rekannya diserang oleh orang tak dikenal. Rekan yang satu motor dengan Ihor kemudian berhasil melarikan diri dan memberitahu teman-temannya yang ada di depan bahwa Ihor telah diculik oleh orang tak dikenal.
Setelah kejadian itu, teman korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kuta Selatan. Tak lama setelahnya, sebuah video yang disiarkan secara langsung oleh korban Ihor diketahui sedang berada di sebuah vila. Dalam siaran live tersebut, pelaku meminta sejumlah uang tebusan kepada keluarga korban.
Kepolisian pun melakukan penyelidikan terhadap tempat di mana korban mengambil video tersebut. Hasil tes DNA bercak darah di tempat itu dengan darah yang ada di mobil yang diduga digunakan oleh para tersangka terbukti identik.





