45 Ribu PBI BPJS di Surabaya Dinonaktifkan, Eri Minta Warga Kaya Bayar Sendiri

2145515220230505143245img 20230403 Wa000510
2145515220230505143245img 20230403 Wa000510

Inisiatif Wali Kota Surabaya untuk Mendorong Gotong Royong dalam Pembayaran Iuran BPJS

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengajak warga yang mampu secara finansial untuk dapat membayar iuran BPJS secara mandiri. Inisiatif ini bertujuan agar Pemerintah Kota Surabaya bisa lebih fokus menangani kebutuhan warga yang tidak mampu.

Menurut Eri Cahyadi, warga yang dianggap mampu adalah mereka yang masuk dalam kategori Desil 8 hingga Desil 10. Desil adalah cara pemerintah mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonominya.

“Saya minta tolong warga yang masuk ke dalam desil 8 sampai desil 10, untuk mau gotong royong bayar iuran BPJS secara mandiri. Hal ini dikarenakan agar Pemerintah Kota Surabaya bisa fokus menangani warga tidak mampu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (20/2/2026).

Eri Cahyadi juga berharap adanya kesadaran dari warga Surabaya yang mampu secara finansial untuk bisa membayar iuran jaminan kesehatan secara mandiri.

“Mari kita gotong-royong bersama. Yang tidak mampu dipegang pemerintah, tapi yang mampu saya doakan tambah kaya, tambah rezekinya,” ujar Wali Kota dua periode ini.

Selaras dengan Pernyataan Menteri Kesehatan

Pernyataan Eri Cahyadi selaras dengan pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang juga meminta orang-orang kaya bisa membayar iuran BPJS secara mandiri. Menurutnya, iuran sebesar Rp 42.000 bagi orang kaya seharusnya mampu untuk dibayarkan secara mandiri.

Selain itu, Wali Kota Eri Cahyadi juga mengimbau perusahaan di Surabaya melaksanakan kewajiban memberikan jaminan kesehatan bagi pekerja di Surabaya. Hal ini mengacu pada peraturan pemerintah.

Apabila seluruh instrumen tersebut dijalankan maka seluruh warga Surabaya, baik itu warga tidak mampu, pra sejahtera, hingga pekerja di Surabaya mendapatkan jaminan kesehatan secara penuh.

“Sekali lagi, kami harap gotong royong seluruh warga sehingga tidak ada yang tertinggal dalam mengakses kesehatan,” katanya.

Konfirmasi Ulang Data Warga

Eri Cahyadi memastikan pelayanan kesehatan secara gratis tidak terganggu penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Pemkot menegaskan bahwa warga Surabaya terjamin layanan kesehatannya dengan layanan Universal Health Coverage (UHC).

Saat ini, pemerintah telah mengaktifkan kembali peserta PBI BPJS Kesehatan. Agar tepat sasaran, Pemkot Surabaya akan melakukan konfirmasi ulang warga Surabaya yang masuk ke dalam keluarga miskin, pra sejahtera, dan sejahtera melalui Kampung Pancasila.

Nantinya, warga Surabaya yang masuk ke dalam kategori sejahtera bisa membayar iuran jaminan kesehatan secara mandiri.

“Kita akan kembalikan lagi ke warga apakah ada sanggahan terkait data warga prasejahtera di masing-masing RW. Kita akan sampaikan, benar tidak warga prasejahtera [jumlahnya] sekian, yang sejahtera sekian. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon untuk membayar sendiri (BPJS-nya),” jelasnya.

Penyesuaian Data BPJS Kesehatan

Di Surabaya, sejumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sempat dinonaktifkan menyusul penyesuaian data di pusat.

Data BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, sebanyak 45.006 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sempat dinonaktifkan.

“Sekitar 45.006 peserta PBI Jaminan Kesehatan (JK) di Kota Surabaya telah dinonaktifkan, untuk digantikan dengan peserta baru,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Muhammad Aras dikonfirmasi di Surabaya.


Pos terkait