5 Amalan Dianjurkan Malam Lailatul Qadar, Lengkap Dzikir Ramadhan

5 Keutamaan Malam Lailatul Qadar Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan 2
5 Keutamaan Malam Lailatul Qadar Malam Yang Lebih Baik Dari Seribu Bulan 2

Lima Amalan yang Dianjurkan Saat Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadhan. Malam ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh malam-malam lainnya, karena berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Quran, malam Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan ibadah selama malam-malam tersebut.

Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29. Selama masa ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka, seperti i’tikaf, membaca Al-Quran, berdoa, dan melakukan dzikir.

Berikut adalah lima amalan yang dianjurkan dilakukan saat malam Lailatul Qadar:

1. Mendirikan Shalat

Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah shalat. Umat Muslim yang beribadah di malam Lailatul Qadar akan mendapatkan pahala yang setara dengan beribadah selama 1000 bulan. Untuk mendapatkan keistimewaan ini, seseorang harus giat beribadah, salah satunya dengan melaksanakan shalat sunah, baik shalat tarawih maupun shalat sunah di tengah malam. Niatkan dan fokuskan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran bukan hanya dilakukan selama bulan Ramadhan, namun juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Banyak kebaikan yang bisa didapatkan dengan mengamalkan ibadah ini. Dalam surat Fatir ayat 29-30 disebutkan bahwa orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat serta menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan oleh Allah akan mendapatkan perniagaan yang tidak akan merugi. Apalagi jika kamu membawa Al-Quran pada malam-malam sepertiga terakhir bulan Ramadan, Inshaallah kamu akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

3. Memperbanyak Doa

Doa menjadi komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Allah SWT telah memberikan kemudahan bagi hamba-Nya dalam memohon permintaan. Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan untuk meminta harapanmu melalui doa. Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apa yang harus diucapkan jika ia ketepatan mendapatkan malam Lailatul Qadar. Rasulullah menjawab: “Ucapkanlah, (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku)”.

4. Iktikaf

Iktikaf merupakan berdiam diri dalam masjid dengan syarat tertentu. Beberapa syarat untuk sahnya iktikaf antara lain, beragama Islam, sudah baligh, dilaksanakan di masjid baik masjid Jami’ maupun masjid biasa, serta memiliki niat iktikaf. Iktikaf dilakukan dengan niat semata-mata beribadah hanya untuk Allah SWT. Moment ini bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dengan melakukan serangkaian ibadah. Berdiam diri dalam iktikaf bukan berarti hanya diam saja, namun bisa melakukan shalat sunah, berdzikir, dan ibadah lain untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik.

5. Bertaubat

Bulan Ramadhan menjadi kesempatan yang baik dalam memperbaiki diri. Mohonlah ampun kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh, memperbanyak bertaubat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain bisa berkesempatan untuk mendapatkan ampunan dari Allah, kamu juga membuka peluang untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Doa dan Dzikir Malam Lailatul Qadar

Selain amalan-amalan di atas, ada beberapa doa dan dzikir yang dianjurkan untuk dilafalkan di malam Lailatul Qadar:

Doa:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dzikir Pertama:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullâhal ‘adzhîm (70×)

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung.”

Dzikir Kedua:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيُّ دَائِمُ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Lâ ilaha illallah, wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa hayyun dâʻimun lâ yamûtu biyadihil khair, wa huwa ‘alâ kulli syaiʻin qadir (33×)

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang hidup abadi dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebajikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Dzikir Ketiga:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ.

Subhânnallâh wa bihamdihi, subhanallâhil ‘adzîm, astaghfirullâh (33×)

Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah.”

Dzikir Keempat:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (3x)

Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”








Pos terkait