Tips Mengatasi Kurang Tidur Saat Menyusui
Setelah melahirkan, hampir semua ibu baru mengalami masalah kurang tidur. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari bahkan bulan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik dan mental ibu, tetapi juga dapat memengaruhi produksi ASI. Menurut penelitian dari UT Southwestern Medical Centre, kurang tidur bisa menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produksi ASI. Ketika seseorang kurang tidur, tubuh akan lebih rentan terhadap stres, yang bisa mengganggu proses produksi ASI.
Untuk menjaga kualitas tidur dan produksi ASI, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
-
Menempatkan si Kecil dekat dengan tempat tidur Mama
Jika tidak melakukan co-sleeping, coba letakkan ranjang bayi di sebelah tempat tidur Mama. Dengan demikian, proses menyusui dan mengembalikan bayi ke ranjang akan lebih mudah dan cepat. Hal ini juga membantu Mama kembali tidur lebih cepat setelah menyusui, yang berdampak positif pada kualitas tidur dan produksi ASI. -
Tidur saat si Kecil tidur

Meski terdengar klise, tidur saat bayi tertidur adalah cara efektif untuk mengimbangi kelelahan. Mama bisa langsung tertidur saat menyusui atau menunggu bayi tertidur. Jika sulit tidur karena pikiran tentang pekerjaan rumah tangga, ingat bahwa kesehatan Mama jauh lebih penting. Coba rebahan di samping bayi dan coba melewatkan mata sebentar. Dengan begitu, Mama bisa mendapatkan istirahat yang cukup. -
Ajak si Kecil menyusu sebelum jam tidur Mama

Salah satu trik yang bisa dicoba adalah mengajak bayi menyusu sampai kenyang sebelum Mama tidur. Jika bayi sudah tertidur, coba ganti popoknya agar ia terbangun. Dengan cara ini, bayi akan merasa kenyang dan bisa tidur lebih lama, sehingga Mama bisa mendapatkan waktu tidur yang lebih panjang tanpa gangguan. -
Buka jendela saat siang dan gelapkan kamar saat malam

Pada siang hari, buka jendela agar sinar matahari masuk ke dalam ruangan. Ini membantu tubuh membentuk jam biologis yang lebih baik. Sementara itu, pastikan kamar gelap saat malam hari agar tubuh lebih siap untuk istirahat. Dengan cara ini, Mama dan bayi bisa memiliki jam tidur yang lebih efektif setiap harinya. -
Bergantian mengurus si Kecil di saat malam

Ada kalanya bayi tidak ingin tidur sendiri dan membutuhkan penggendongan sepanjang malam. Jika hal ini terjadi, jangan biarkan Mama berjuang sendiri. Buat jadwal bersama pasangan mengenai siapa yang akan menggendong bayi saat ia rewel. Meskipun pasangan bekerja di siang hari, usahakan tetap terlibat dalam perawatan bayi. Mengasuh bayi adalah tugas bersama, dan kerja sama yang baik sangat penting untuk melewati masa ini dengan lancar.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, Mama bisa menjaga durasi dan kualitas tidur yang optimal. Meski saat ini terasa berat, ingatlah bahwa segalanya akan berjalan lebih baik seiring waktu. Tetap bertahan dan percayalah pada diri sendiri, Ma.




