5 Fakta Menarik Katedral Lausanne, Gereja Terkenal Kota Lausanne, Swiss

Aa1wiz64
Aa1wiz64

Sejarah dan Keunikan Katedral Lausanne

Katedral Lausanne, atau dikenal juga sebagai Cathédrale Notre-Dame de Lausanne, adalah sebuah gereja Protestan yang berada di Kota Lausanne, Kanton Vaud, Swiss. Saat ini, gereja ini dimiliki oleh Evangelical Reformed Church of the Canton of Vaud. Dari segi sejarah, konstruksi katedral ini dimulai pada tahun 1170. Dengan gaya arsitektur Gotik awal, Katedral Lausanne menjadi bangunan gereja bergaya Gotik terbesar di Swiss.

Nama katedral dalam bahasa Prancis, “Notre-Dame”, merujuk pada Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus. Awalnya, katedral ini adalah sebuah gereja Katolik Roma yang menjadi tempat kedudukan Uskup wilayah Lausanne hingga gerakan Reformasi Protestan mencapai kota tersebut pada tahun 1536. Setelah itu, katedral ini diubah menjadi gereja Protestan.

Berikut adalah lima fakta menarik tentang Katedral Lausanne:

1. Gereja dengan Arsitektur Gotik Terbesar di Swiss

Katedral Lausanne dibangun dengan gaya arsitektur Gotik yang berasal dari Eropa antara abad ke-12 hingga ke-16. Arsitektur ini memungkinkan pembangunan bangunan megah tinggi menjulang dengan struktur yang efisien dan detail ornamen dekoratif. Fitur utama dari arsitektur Gotik termasuk kubah bertulang (vault), penyangga melayang (flying buttress), dan menara runcing yang tinggi.

Menurut laman Lausanne-Tourisme, Katedral Lausanne mulai dibangun pada tahun 1170 sebagai gereja Katolik Roma. Tiga orang arsitek terlibat dalam pembangunannya, dan ketika selesai, katedral ini menjadi salah satu mahakarya arsitektur Gotik Eropa. Katedral Lausanne diresmikan dan dipersembahkan kepada Bunda Maria pada tahun 1275 oleh Paus Gregorius X. Peresmian ini dihadiri oleh Kaisar Rudolf dari Habsburg. Setelah menjadi gereja Protestan pada tahun 1536, katedral ini mengalami beberapa transformasi dan restorasi besar-besaran pada abad ke-19 di bawah arahan arsitek terkenal Prancis, Viollet le Duc. Beberapa harta karun dari katedral ini saat ini berada di Museum sejarah di Kota Bern.

2. Eksterior dan Interior yang Mengagumkan

Katedral Lausanne memiliki eksterior dan interior yang mengagumkan yang menggambarkan keahlian dan intuisi arsitektur, tata letak, dan teknik sipil perancangnya. Meskipun terletak di atas bukit, katedral ini dikelilingi oleh bangunan lain sehingga sulit dilihat secara keseluruhan. Namun, dari arah barat dan selatan, para wisatawan dapat melihat keagungan dan kemegahan katedral ini dari kejauhan.

Interior Katedral Lausanne memukau dengan lorong utamanya (nave) yang panjang dan perpaduan pilar serta kubah megahnya dalam ciri khas gaya Gotik yang sangat harmonis. Karena ini adalah gereja Protestan, sebagian besar bagian tengah gereja tetap polos tanpa ornamen dekorasi seperti pahatan patung, kecuali detail arsitektur Gotik dan mimbar dari abad ke-16. Bagian paduan suara (choir) dengan lorong melingkar merupakan bagian tertua gereja yang mengagumkan dengan detail arsitektur Gotiknya, meski hanya sedikit hiasan seni lainnya.

3. Karya Pahatan Abad ke-13 yang Masih Dipertahankan

Meski Katedral Lausanne telah menjadi gereja Protestan, terdapat karya pahatan detail khas arsitektur Gotik dan khas Katolik Roma dari abad ke-13 yang masih dipertahankan. Salah satu daya tarik utama adalah portal (gerbang) yang dipenuhi seni patung pahatan dari abad ke-13. Awalnya, portal ini adalah pintu masuk utama gereja, namun saat ini telah ditutup untuk melindungi karya seninya dan memperkuat struktur bangunan. Akses ke portal hanya dimungkinkan dari dalam gereja.

Selain figur Yesus Kristus di portal tersebut, terdapat patung pahatan lain yang terbuat dari batu pasir (sand stone). Mulai dari patung Malaikat Agung St. Gabriel yang membagi pintu menjadi dua, kemudian figur-figur dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Figur dari Perjanjian Lama antara lain: Nabi Yesaya, Raja Daud, Nabi Yeremia, dan Nabi Musa. Dari Perjanjian Baru antara lain: St. Petrus, St. Paulus, St. Yohanes pembaptis, para penulis Injil: St. Matius, St. Markus, St. Lukas, dan St. Yohanes. Di samping itu, terdapat kisah kehidupan Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus.

4. Penjaga Malam di Menara Lonceng Gereja

Salah satu fakta menarik dari Katedral Lausanne adalah adanya penjaga malam yang berjaga di ketinggian menara loncengnya. Pos penjaga malam di menara lonceng katedral ini telah ada sejak tahun 1405 dan masih terus dipertahankan selama 621 tahun hingga hari ini setiap malam tanpa terputus. Penjaga di pos menara lonceng katedral tersebut selalu mengumumkan waktu dengan meneriakkan jam ke semua penjuru mata angin dari pukul 10 malam hingga 2 pagi.

Tujuan awal pos pengawasan ini adalah untuk pengawasan dan memberikan peringatan jika terjadi kebakaran. Namun, seiring waktu, pos pengawasan ini kini hanya berfungsi sebagai tradisi yang tak ingin dihilangkan oleh masyarakat setempat. Saat ini, terdapat pengawas wanita yang menjalankan tugas tradisi tersebut, sebelumnya tugas ini hanya dijalankan oleh para pria.

5. Instrumen Organ Modern

Katedral Lausanne memiliki instrumen musik pipe organ modern dengan teknologi abad ke-21. Organ bernama Grand Organ opus 120 untuk katedral ini dibuat oleh Perusahaan Amerika, C. B. Fisk, Inc. (Gloucester, Massachusetts), dengan pembuatan yang membutuhkan waktu 10 tahun dan sekitar 150.000 jam kerja. Pipe organ ini terdiri dari 7.396 pipa.

Organ tersebut dapat dimainkan dari 2 konsol, satu konsol mekanis di galeri organ dan satu konsol portabel di bagian lorong tengah (nave) gereja. Organ ini merupakan organ pertama di dunia yang memiliki rumah organ yang dirancang oleh firma desain profesional Italdesign Giugiaro, yang menggambarkan 4 gaya: French classical and symphonic, German baroque and romantic. Harganya lebih dari 6 juta Franc Swis. Organ ini diresmikan pada tahun 2003 silam.

Swiss terkenal dengan keindahan alam Pegunungan Alpen dan bangunan bersejarah religius masa lalunya. Jangan lupa untuk mengunjungi katedral megah ini jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Swiss, ya!

Pos terkait