5 Fakta Menarik Museum Sejarah Negara, yang Paling Bersejarah di Rusia

Aa1wjacw
Aa1wjacw

Sejarah dan Keunikan State Historical Museum di Moskow

State Historical Museum, atau Museum Sejarah Negara, adalah salah satu tempat yang paling bersejarah di Rusia. Terletak di antara Lapangan Merah dan Lapangan Manege di Moskow, bangunan bata merah ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban manusia. Dengan koleksi yang mencapai jutaan benda, museum ini menyimpan berbagai peninggalan dari suku-suku prasejarah hingga karya seni tak ternilai yang diperoleh oleh anggota Dinasti Romanov.

Dulunya adalah Gudang Obat Utama



Sebelum menjadi museum, lahan ini dulunya merupakan lokasi Gudang Obat Utama yang dibangun oleh Peter Agung. Pada tahun 1872, sekelompok sejarawan dan tokoh pencinta budaya Rusia sepakat untuk mendirikan museum demi memperkenalkan sejarah nasional. Arsitek Vladimir Sherwood terpilih untuk membangun gedung megah dengan gaya Neo-Russian. Proses pembangunannya memakan waktu enam tahun, dari 1875 hingga 1881, sebelum akhirnya resmi dibuka untuk umum.

Museum ini sempat berganti nama untuk menghormati Tsar Alexander III yang menjadi presiden kehormatannya pada tahun 1894. Bagian dalamnya dihiasi secara mewah oleh seniman-seniman ternama seperti Ivan Aivazovsky dengan lukisan dinding yang sangat detail. Sayangnya, pada masa Uni Soviet, keindahan interior asli ini dianggap terlalu mencolok dan kuno, sehingga banyak lukisan dinding yang ditutupi dengan lapisan plester.

Bentuk Bangunan yang Sangat Simetris



Gedung State Historical Museum tampil mencolok dengan dinding bata merah yang disusun rumit menggunakan gaya Barok Moskow dari abad ke-17 dan 18. Salah satu keunikan bangunan ini adalah bentuknya yang sangat simetris. Keharmonisan desain ini memberikan kesan megah dan kokoh, dengan deretan jendela memanjang yang dihiasi ukiran timbul di setiap lantainya.

Di bagian atap, terdapat beberapa menara runcing yang menjadi ciri khas gedung ini. Dua menara paling tinggi dihiasi dengan lambang elang berkepala dua, simbol negara Rusia yang berasal dari masa Kaisar Peter Agung. Selain itu, ada juga menara samping dengan ukiran singa yang berdiri tegak sambil menopang mahkota kerajaan. Semua detail hiasan ini bukan sekadar pemanis, melainkan simbol kekuatan dan sejarah panjang kekaisaran Rusia yang dijaga hingga kini.

Sempat “Kehilangan” Simbol Kekaisaran



Puncak menara State Historical Museum telah menjadi saksi bisu perubahan besar politik di Rusia. Saat pertama kali selesai dibangun pada tahun 1883, menaranya dihiasi dengan patung elang berkepala dua yang merupakan lambang kebanggaan Kekaisaran Rusia. Namun, setelah Revolusi Oktober 1917, pemerintah Uni Soviet mencopot lambang tersebut dan menggantinya dengan simbol palu arit. Perubahan ini dilakukan untuk menghapus jejak monarki dan menggantinya dengan identitas komunis yang baru.

Setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, pemerintah Rusia mulai berupaya mengembalikan berbagai warisan sejarah bangsa yang sempat hilang. Sebagai bagian dari langkah tersebut, pada tahun 1997, replika patung elang emas berkepala dua akhirnya dipasang kembali di puncak menara museum. Pemasangan ini bertujuan untuk mengembalikan desain asli bangunan seperti sedia kala, sekaligus menghidupkan kembali simbol tradisional Rusia yang telah ada sejak berabad-abad lalu.

Memiliki Koleksi yang Luar Biasa Besar



Sejak tahun 2007, seluruh 40 aula pameran di State Historical Museum telah dibuka penuh untuk umum, menarik lebih dari 1,2 juta pengunjung setiap tahunnya. Museum ini bukan sekadar tempat pameran, tetapi juga pusat pendidikan dan penelitian penting di Rusia yang aktif menyelenggarakan seminar, magang, hingga program restorasi benda seni. Cakupan sejarah yang ditawarkan sangat luas, membentang dari zaman prasejarah hingga awal abad ke-20, menjadikannya rujukan utama bagi siapa pun yang ingin mempelajari asal-usul bangsa Rusia.

Museum ini menyimpan lebih dari 4,5 juta artefak luar biasa, mulai dari peninggalan arkeologi suku purba hingga koleksi mewah milik Dinasti Romanov. Pengunjung dapat melihat langsung barang-barang pribadi milik penguasa terkenal seperti Ivan the Terrible dan Peter the Great, termasuk mahkota pernikahan, pakaian kekaisaran, dan senjata perang. Selain itu, terdapat pula ribuan manuskrip langka, ikon kuno bernilai tinggi, serta berbagai peralatan rumah tangga tradisional yang mendokumentasikan kehidupan rakyat Rusia dari masa ke masa.

Desain Interior yang Tematik



Hal pertama yang akan membuat kita terpukau saat melangkah masuk ke aula utama museum adalah lukisan dinding raksasa di bagian langit-langit. Lukisan ini menggambarkan pohon silsilah keluarga besar Dinasti Romanov yang terdiri dari 68 potret penguasa Rusia. Saking detail dan megahnya, karya seni ini menjadi pemandangan wajib yang selalu diingat oleh anak-anak sekolah di Rusia setelah melakukan tur sejarah ke sini.

Menariknya, lukisan megah ini ternyata bukan bagian dari rencana awal pembangunan museum. Awalnya, aula masuk tersebut akan dihiasi dengan tema Rusia kuno. Namun, rencana itu berubah setelah keluarga kekaisaran memberikan bantuan dana besar agar pembangunan museum bisa selesai. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan kepada para penyumbang, para pendiri museum memutuskan untuk mengabadikan garis keturunan kekaisaran dalam bentuk lukisan dinding yang luar biasa tersebut.

State Historical Museum bukan sekadar bangunan bata merah yang cantik di Moskow, melainkan sebuah “mesin waktu” yang menjaga jutaan kepingan berharga dari perjalanan panjang bangsa Rusia. Mulai dari kemegahan Dinasti Romanov, koleksi arkeologi prasejarah, hingga perubahan simbol di puncak menaranya, museum ini berhasil menyatukan masa lalu yang rumit menjadi satu narasi yang luar biasa.

Pos terkait