Serangan Militer AS dan Israel ke Iran: Kekacauan di Teheran dan Wilayah Lain
Pada suatu hari yang penuh ketegangan, Amerika Serikat (AS) dan Israel meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Operasi ini dilakukan dalam konteks negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir dan rudal balistik Iran. Peningkatan ketegangan yang berlangsung selama berminggu-minggu menjadi alasan utama tindakan tersebut.
Serangan ini juga terjadi delapan bulan setelah konflik sebelumnya antara AS dan Israel dengan Iran. Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran merespons dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel utara serta beberapa pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Sampai saat ini, informasi tentang jumlah korban jiwa dan kerusakan masih terbatas.
Ledakan di Teheran dan Sejumlah Kota
Sekitar pukul 09.27 waktu setempat, kantor berita Fars melaporkan adanya serangkaian ledakan di Teheran. Seorang koresponden Al Jazeera di wilayah barat Teheran menyebutkan mendengar dua ledakan. Video dari media sosial menunjukkan asap yang membumbung dari berbagai titik kota.
Israel lebih dulu mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan rudal ke sasaran di dalam wilayah Iran. Seorang pejabat AS kepada Al Jazeera mengatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan dengan Israel. Dalam beberapa minggu terakhir, AS telah mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut, yang disebut sebagai pengerahan militer terbesar sejak Perang Irak.
Departemen Pertahanan AS kemudian mengumumkan nama operasi tersebut sebagai “Operation Epic Fury”. Laporan media Iran menyebutkan rudal menghantam kawasan University Street dan Jomhouri di Teheran, serta area dekat markas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Associated Press melaporkan satu serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah Seyyed Khandan, Teheran utara, serta di sejumlah kota lain seperti Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, dan Provinsi Lorestan.
Pernyataan Trump: Targetkan Rudal dan Angkatan Laut Iran
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai “masif dan sedang berlangsung”. Ia mengatakan tujuan kampanye militer ini adalah “menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah”.
Trump juga menyatakan bahwa militer AS akan “memusnahkan angkatan laut Iran”. Menurutnya, sasaran operasi meliputi:
* Menghancurkan kemampuan rudal Iran.
* Menargetkan angkatan laut Iran.
* Mengganggu kelompok bersenjata yang didukung Iran di kawasan.
* Memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir.
Trump juga menawarkan amnesti kepada personel militer Iran yang menyerahkan diri. Namun, ia memperingatkan akan ada “kematian yang pasti” bagi mereka yang melawan. Ia mengakui kemungkinan adanya korban dari pihak AS. Seorang pejabat AS kepada Reuters menyebutkan operasi ini direncanakan berlangsung beberapa hari.
Respons Iran: Serangan ke Israel dan Pangkalan AS
Militer Israel melaporkan bahwa Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel, memicu sirene serangan udara di sejumlah daerah dan ledakan di Israel utara. Tak lama kemudian, Iran juga meluncurkan rudal ke sejumlah lokasi yang terkait operasi militer AS di kawasan, termasuk:
- Pangkalan Al Udeid di Qatar.
- Pangkalan Al-Salem di Kuwait.
- Pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab.
- Markas Armada Kelima AS di Bahrain.
- Ledakan juga terdengar di Riyadh, Arab Saudi, dan serangan dilaporkan terjadi terhadap pangkalan AS di Yordania.
Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan akan adanya respons “menghancurkan”. “Kami sudah memperingatkan kalian. Sekarang kalian memulai jalan yang akhirnya tidak lagi dalam kendali kalian,” tulisnya di media sosial.
Netanyahu: Operasi Akan Berlanjut
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan operasi militer yang dinamakan “Lion’s Roar” akan terus berlanjut “selama diperlukan”. Sementara itu, keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei belum diketahui secara pasti. Jalan menuju kompleks kediamannya di Teheran ditutup saat ledakan terjadi. Kantor berita resmi IRNA melaporkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dalam keadaan selamat.
Reaksi Dunia
Sejumlah negara dan pemimpin dunia menyampaikan kekhawatiran atas eskalasi ini. Oman menyatakan negosiasi yang dimediasi negaranya kembali terganggu dan mendesak AS agar tidak semakin terlibat. Sementara itu, Qatar mengutuk serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan, sedangkan Uni Emirat Arab memperingatkan konsekuensi serius jika pelanggaran berlanjut.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut situasi ini “berbahaya”, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan konflik ini membawa “konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan internasional”. Di Rusia, Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev mengkritik langkah AS dan menuding negosiasi sebelumnya sebagai “operasi kedok”.
Inggris menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, sedangkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan dukungan terhadap upaya AS mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Hingga kini, situasi di kawasan masih berkembang dengan ketegangan tinggi dan potensi eskalasi lanjutan.





