Perbedaan Emas Putih dan Perak yang Penting Diketahui
Di dunia ini, terdapat beberapa jenis logam mulia yang memiliki nilai tinggi dan sering digunakan sebagai bahan pembuatan perhiasan. Contohnya adalah emas (Au), perak (Ag), platinum (Pt), palladium (Pd), dan tembaga (Cu). Meskipun demikian, emas sering menjadi pilihan utama karena nilainya yang stabil dan cenderung meningkat seiring waktu.
Emas biasanya disimpan dalam bentuk perhiasan atau batangan berwarna kuning berkilau yang memberikan kesan mewah. Namun, ada juga istilah emas putih yang memiliki warna mirip dengan perak atau putih berkilau. Lantas, apa perbedaan antara emas putih dan perak?
Berikut beberapa perbedaan yang penting diketahui:
1. Harga
Perbedaan yang paling mencolok antara emas putih dan perak adalah harganya. Umumnya, harga emas putih lebih mahal dibandingkan perak. Hal ini disebabkan oleh harga emas murni yang memang sangat tinggi dibandingkan logam lainnya. Belum lagi, harga emas belakangan ini terus meningkat, bahkan sempat menyentuh angka Rp2 juta per gram. Sementara itu, harga 1 gram perak hanya berkisar antara Rp17 ribu hingga Rp50 ribu.
Namun, perlu diketahui bahwa emas putih yang digunakan untuk perhiasan biasanya bukanlah emas murni 100%. Biasanya, emas putih terdiri dari campuran emas murni dengan logam lain agar lebih mudah dibentuk dan tahan lama. Contohnya, emas 18 karat mengandung 75% emas murni dan 25% logam lain.
2. Daya Tahan
Daya tahan menjadi salah satu faktor yang membedakan emas putih dan perak. Keduanya bisa digunakan sebagai bahan dasar perhiasan, namun tingkat ketahanannya berbeda. Emas putih umumnya lebih tahan dibandingkan perak. Meski perak dicampur dengan logam seperti nikel, tetap saja emas murni lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan.
Selain itu, perak lebih rentan teroksidasi. Jika tidak sering dibersihkan, warnanya akan menghitam seiring waktu. Sedangkan emas putih tidak mudah mengalami perubahan warna. Hal ini juga menjadi alasan mengapa emas dianggap lebih bernilai daripada perak. Namun, saat ini banyak investor mulai melirik perak sebagai pelindung kekayaan atau safe haven karena dianggap cocok untuk investasi jangka panjang.
3. Daya Pantul
Perbedaan selanjutnya terletak pada daya pantul saat ditempatkan bersama. Jika kedua logam ini disandingkan, pantulan cahaya dari emas putih biasanya lebih berkilau dibandingkan perak yang lebih redup. Untuk membuktikannya, kamu bisa mencoba mengamati perbedaan tersebut dengan cahaya dari lampu atau sinar matahari.
4. Bentuk Logam
Dari segi bentuk logam, emas putih dan perak juga memiliki perbedaan. Emas putih lebih sulit dibentuk karena bahan dasarnya lebih keras. Sedangkan perak memiliki sifat yang lebih lunak, sehingga lebih mudah dibentuk, tetapi juga lebih rentan berubah bentuk jika diberi tekanan.
5. Tanda Perhiasan
Perbedaan terakhir adalah tanda atau tulisan yang tercantum pada perhiasan atau batangan logam. Biasanya, logam mulia diberi tanda untuk menunjukkan kadar yang terkandung di dalamnya. Contohnya, perhiasan perak biasanya mencantumkan angka 925 yang menandakan kadar perak sebesar 92,5%, atau angka 999 yang berarti perak murni 99,9%.
Sementara itu, emas putih biasanya menggunakan kode 750 yang menunjukkan kandungan emas murni sebesar 75% atau emas 18 karat. Ada juga emas putih dengan angka 700 yang berarti mengandung emas murni sebesar 70%.




Demikianlah perbedaan emas putih dan perak yang penting diketahui sebelum membeli perhiasan maupun logam batangan untuk investasi atau pelindung kekayaan. Semoga bermanfaat!





