Yatim Fest Ramadan 2026 Berikan Kebahagiaan bagi Anak Yatim dan Bunda Yatim
Yatim Fest Ramadan 2026 yang diadakan di Ruang Crystal Grand Ballroom Hotel Mercure Samarinda pada Minggu (1/3/2026) berhasil menciptakan momen berharga bagi para peserta. Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.000 peserta, termasuk 500 anak yatim dan 500 bunda yatim. Mereka hadir dalam suasana penuh kehangatan dan empati, yang membawa perasaan bahagia sekaligus haru.
Tema acara kali ini adalah “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, yang menjadi inspirasi bagi seluruh peserta. Tausiah yang disampaikan oleh Angga Johan Saputra, pendiri The Yatim Village, menggugah hati dan memberikan semangat kepada anak-anak yatim. Ia menekankan bahwa kehilangan orang tua bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi langkah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
“Kita sadar, ternyata yang membuat kita bisa bertahan hingga saat ini bukan karena kita kuat, tapi justru karena kita pernah merasakan luka. Luka yang sama, lalu pulih karena cahaya,” ujarnya. Angga juga aktif menyapa anak-anak yatim, memberikan dukungan moral agar mereka tidak merasa sendiri dan tetap berani bermimpi.
Perbedaan Yatim Fest Tahun Ini
Ketua Pelaksana PPA Samarinda, Lukman, menjelaskan bahwa Yatim Fest tahun ini memiliki beberapa perbedaan dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Salah satunya adalah adanya pertunjukan teater dari mahasiswa Universitas Mulawarman yang disesuaikan dengan tema acara. Pertunjukan ini memperkaya pengalaman para peserta dengan narasi yang relevan dengan tema “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”.
Selain itu, panitia juga memastikan bahwa anak yatim yang diundang berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur, seperti Samarinda dan Balikpapan. Meskipun ada beberapa dari panti, sebagian besar peserta diundang secara mandiri tanpa terafiliasi dengan yayasan tertentu.
Hadiah dan Aktivitas Seru
Panitia yang terdiri dari sekitar 50 orang menyiapkan berbagai hadiah menarik, mulai dari sepeda listrik, sepeda manual, hingga tali asih dan bingkisan sembako serta perlengkapan rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan komunitas dokter berbagi yang memberikan edukasi tentang kebersihan diri kepada anak-anak.
Sebelum berbuka puasa, anak-anak diatur rapi untuk mengambil takjil. Setelah salat Magrib berjamaah, mereka menikmati hidangan menu Nusantara seperti sate, capcai, soto ayam, semur daging sapi, ayam olahan, aneka buah, dan minuman. Ada juga berbagai games yang membuat suasana lebih seru dan meriah.
Pengalaman Haru dan Bahagia
Ahmad Nur Amal (13), salah satu peserta, mengaku terharu mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan kangen terhadap ayahnya yang meninggal saat ia masih berusia dua tahun. Meski begitu, ia merasa senang bisa merasakan kebersamaan bersama ratusan teman sebayanya.
“Saya kangen banget gak pernah ketemu sama bapak saya. Tapi selain haru saya juga senang, acaranya dari siang sampai malam sehabis berbuka puasa, salat magrib berjamaah dan buka puasa bersama seru, ada gamesnya. Makanannya enak dan ada doorprize juga,” ujarnya.
Muhammad Abizar Al Ghifari (11) juga mengungkapkan rasa rindu terhadap ayahnya. “Saya sering terbawa mimpi saja karena selalu kangen,” katanya.
Momen Kebersamaan yang Berkesan
Yatim Fest Ramadan 2026 tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga menjadi ruang penguatan mental dan spiritual bagi anak yatim. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk bangkit dari luka dan tumbuh menjadi pribadi yang membawa cahaya bagi sekitarnya. Dengan kehangatan dan dukungan yang diberikan, diharapkan setiap peserta dapat merasa lebih kuat dan percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup.





