6 fakta mengerikan perampokan di Bekasi: kepanikan putri korban dan jejak kaki misterius

Aa1xp7jz
Aa1xp7jz

Perampokan Brutal di Bekasi: Kekerasan yang Menewaskan Pasangan Suami Istri

Peristiwa perampokan brutal terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Senin (2/3/2026). Pasangan suami istri menjadi korban kekerasan yang mengakibatkan kematian salah satu dari mereka. EU (65) tewas dalam kejadian tersebut, sedangkan sang istri PW (60) masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya Bekasi.

EU (65) dimakamkan di TPU BRI Jakasampurna, Senin (2/3/2026) malam. Sementara itu, PW (60) masih dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan lanjutan. Peristiwa ini terjadi saat sahur, dan pihak berwajib masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motifnya.

Enam Fakta Penting Mengenai Perampokan Brutal di Bekasi

1. Temuan Jejak Kaki

Korban ditemukan dengan luka parah di bagian kepala, diduga akibat penganiayaan menggunakan benda tumpul. EU ditemukan di kasur dengan mata lebam dan bersimbah darah, sementara PW bersimbah darah di lantai. Polisi menduga pelaku masuk ke area rumah dengan cara memanjat pagar dari bagian depan yang berbatasan dengan lahan kosong dekat Jalan Raya Kalimalang. Dugaan ini diperkuat dengan temuan bekas jejak kaki di pagar rumah korban.

Menurut informasi dari anak korban, gelang emas di tangan ibunya hilang serta kunci mobil kedua korban juga hilang. Namun, dua unit mobil milik korban masih terparkir rapi di garasi rumah. Alat penyalur daya mobil listrik juga masih terpasang.

Rumah tersebut dihuni oleh tiga orang, yaitu EU, PW, dan anak bungsu mereka berinisial DNA. Sementara asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah itu bersifat pulang-pergi.

2. Kronologi Kejadian

Peristiwa perampokan pertama kali diketahui oleh DNA yang tinggal serumah bersama kedua korban. Biasanya, DNA dibangunkan sahur oleh ibunya sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, pada hari kejadian, tidak ada yang membangunkannya. Alarm miliknya kemudian berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB. Ia merasa heran karena waktu imsak sudah dekat.

Merasa ada yang tidak beres, DNA panik dan sempat meminta pertolongan warga sekitar, namun tidak ada respons. Akhirnya, ia menghubungi keluarganya. Pihak kepolisian masih mendata dan memeriksa sejumlah saksi dalam peristiwa tersebut.

3. Periksa Lima Saksi

Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota AKP Imam Prakoso menyebutkan bahwa hingga saat ini lima orang telah diperiksa di Polsek Pondok Gede. Saksi-saksi tersebut terdiri atas kerabat korban, asisten rumah tangga, petugas keamanan kompleks, serta tetangga korban.

4. Sita Barang Bukti

Penyidik gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Jatanras Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya adalah kasur dan sprei milik korban yang terdapat ceceran darah. Penyidik masih melakukan pendataan terhadap barang bukti lainnya.

Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana perampokan, namun motif pasti masih dalam penyelidikan. Meski demikian, dua unit mobil milik korban masih terparkir rapi di garasi rumah. Alat penyalur daya untuk mobil listrik juga masih terpasang.

5. Anak Minta Pertolongan

Samuel Pasaribu, tetangga korban, mengungkapkan bahwa anak perempuan kedua korban berinisial DNA sempat berlari ke masjid untuk meminta pertolongan warga. Setelah ramai di sana, Samuel keluar dan melihat ke dalam rumah. Ia melihat EU dan PW masih dalam kondisi hidup, namun EU akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Samuel juga melihat adanya luka pada tubuh korban, seperti darah yang keluar dari mulut dan belakang kepala. Ia mengungkapkan bahwa kompleks tempat tinggalnya dikenal aman karena menerapkan sistem satu pintu (one gate system), namun kejadian ini menunjukkan celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pelaku.

6. Terjunkan Anjing Pelacak

Direktorat Polisi Satwa menurunkan anjing pelacak (K-9) untuk menelusuri jejak pelaku kasus dugaan perampokan di Bekasi. Anjing pelacak tersebut menyusuri dan mengendus jejak pelaku pembunuhan hingga ke Jalan Raya Kalimalang. Lokasi tersebut tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbatasan langsung dengan pagar depan rumah korban.

Setelah menyisir area tersebut selama kurang lebih 15 menit, anjing pelacak kembali diarahkan menuju rumah korban. Petugas kepolisian juga meminta keterangan dari tiga pegawai yang berada di area rongsokan tersebut. Selama proses penyisiran, tidak terlihat adanya reaksi signifikan yang mengindikasikan keberadaan barang bukti atau jejak kuat pelaku di lokasi tersebut.

Pos terkait