Manfaat Puasa dan Kebiasaan yang Harus Dihindari
Puasa tidak hanya sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang signifikan. Salah satunya adalah meningkatkan kinerja sistem pencernaan. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebiasaan tertentu selama puasa bisa merugikan kesehatan mereka.
Dalam sebuah unggahan di TikTok, dr. Mia Ayu, seorang ahli dengan pendekatan functional medicine, membagikan beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat berpuasa. Berikut enam kebiasaan yang sebaiknya dihindari:
-
“Balas Dendam” Saat Berbuka
Momen berbuka sering kali menjadi ajang balas dendam dengan makan berlebihan dalam waktu singkat. Hal ini dapat mengejutkan sistem pencernaan karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama belasan jam. Risiko yang muncul meliputi kembung, gangguan lambung, dan lonjakan gula darah. Untuk menghindarinya, makanlah secara bertahap. Mulailah dengan minum air putih hangat dan kurma, lalu beri jeda beberapa menit sebelum mengonsumsi makanan berat. -
Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula dan Gorengan
Makanan yang terlalu manis, berlemak, atau digoreng tidak baik dikonsumsi setelah berbuka. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dan lemak tubuh, sehingga menyebabkan rasa lemas setelah berbuka. Pilihlah makanan dengan porsi gizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh. -
Kurang Asupan Lemak Baik, Serat, dan Protein
Banyak orang saat berbuka atau sahur hanya fokus pada karbohidrat, sementara melewatkan asupan lemak baik, serat, dan protein yang penting untuk menjaga energi stabil. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan insulin dan penambahan berat badan jika dilakukan terus-menerus. Sumber lemak baik, serat, dan protein seperti alpukat, ikan berlemak, telur, tempe, tahu, dan yogurt bisa membantu membuat perut lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan. -
Langsung Tidur Setelah Berbuka atau Sahur
Tidur langsung setelah sahur atau berbuka berisiko memicu gangguan lambung seperti GERD. Tubuh masih bekerja mencerna makanan saat sedang istirahat, sehingga dapat mengganggu metabolisme tubuh. Pastikan ada jarak ideal antara waktu makan dan tidur agar tubuh dapat bekerja optimal. -
Aktivitas yang Memicu Hormon Kortisol Tinggi
Hormon kortisol memiliki peran dalam mengendalikan metabolisme tubuh. Namun, ketika kadar kortisol tinggi, hal ini dapat memicu gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan kadar glukosa darah yang meningkat, yang akhirnya bisa memicu diabetes. Aktivitas seperti kurang tidur, olahraga berlebihan saat puasa, dan stres berlebihan dapat meningkatkan kadar kortisol. Pastikan istirahat cukup dan olahraga dilakukan dengan cara yang wajar. -
Melewatkan Sahur atau Sahur yang Tidak Tepat
Sahur sangat penting untuk menjaga energi sepanjang hari. Melewatkan waktu sahur dapat menyebabkan dehidrasi, kurang fokus, serta gangguan lambung. Hindari juga makan sahur dalam jumlah besar secara tergesa-gesa. Seimbangkan menu sahur dengan karbohidrat dan asupan protein. Beberapa makanan kaya protein seperti ayam, ikan, dan daging bisa menjadi pilihan. Sahur yang tepat akan membantu menjaga energi selama berpuasa dan mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan.





