6 tanda kekerasan digital dalam hubungan yang perlu diwaspadai

Aa1xp27x 2
Aa1xp27x 2

Mengenali Tanda-Tanda Digital Abuse dalam Hubungan

Digital abuse atau kekerasan digital adalah bentuk kekerasan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi untuk memantau, mengancam, dan mengontrol korban. Tindakan ini bisa melibatkan ponsel, aplikasi media sosial, maupun alat komunikasi digital lainnya. Sering kali, kekerasan digital sulit dikenali pada awalnya, terutama dalam hubungan romantis. Banyak orang menganggap tindakan seperti selalu terhubung atau membangun rasa percaya sebagai hal wajar. Namun, jika tidak diwaspadai, pola ini bisa berkembang menjadi sangat berbahaya.

Berikut adalah 6 tanda digital abuse dalam hubungan yang patut diwaspadai:

  1. Kamu dipaksa untuk memberikan akses ponsel dan akun pribadi



    Setiap orang memiliki hak penuh untuk melindungi akses telepon genggam dan akun pribadinya. Jika pasangan memaksamu untuk memberinya akses ponsel dan seluruh akunmu, ini merupakan pertanda jelas bahwa ia tengah melakukan kekerasan digital. Dia mungkin menekanmu dengan dalih “kepercayaan” dalam hubungan, padahal itu hanya cara untuk mengontrolmu.

  2. Kamu dipaksa untuk selalu berbagi lokasi terkini



    Berbagi lokasi bisa bermanfaat dalam menjaga keamanan diri. Namun, jika kamu dipaksa untuk terus-menerus membagikan lokasi terkini, bahkan sampai diancam jika kamu tidak menuruti permintaannya, maka ini merupakan tindakan digital abuse. Ingatlah bahwa tidak ada satu pun orang yang berhak menuntutmu membagikan lokasi terkini setiap saat.

  3. Kamu terus-menerus dipantau secara online



    Hubungan yang sehat memiliki ciri di mana tiap pasangan saling menghargai batasan, termasuk batasan digital. Artinya, pasangan tidak boleh memantau kamu secara daring dengan alasan “sekadar ingin tahu”. Jika dia terus-menerus meminta klarifikasi dari aktivitas online-mu, termasuk setiap “like” yang kamu beri di unggahan seseorang, maka kamu patut waspada.

  4. Kamu dituntut untuk membalas pesan dengan cepat



    Digital abuse juga bisa terlihat ketika kamu dituntut untuk membalas chat pasangan dengan sangat cepat. Jika dianggap “lambat”, kamu mungkin mendapatkan pesan spam darinya dan merasa terganggu. Namun, kamu harus menyadari bahwa adanya teknologi pesan singkat tidak berarti kamu harus selalu responsif dan tersedia 24/7, termasuk kepada pasanganmu sendiri.

  5. Adanya pengancaman penyebaran identitas pribadi



    Mendapatkan ancaman penyebaran identitas pribadi, foto, atau video dengan unsur seksual secara online saat kamu tidak menuruti perintah pasangan juga menjadi tanda lainnya. Pelaku biasanya melakukan hal ini untuk mendapatkan kendali atas orang lain, serta dengan tujuan pemerasan.

  6. Adanya ancaman melukai diri sendiri



    Ketika pasangan mengancam untuk melukai diri sendiri karena kamu tidak memberikan akses penuh terhadap akun atau telepon genggammu, ini sangat jelas merupakan manipulasi yang berbahaya. Meskipun begitu, penting untuk tetap tenang dan menjaga batasan sehat. Dalam situasi ini, kamu bisa meminta bantuan dari orang terdekat atau lembaga perlindungan dari tindak kekerasan.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Mengalami Digital Abuse?



Jika kamu mengalami kekerasan digital, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri:

  • Dokumentasikan ancaman:

    Pertama-tama, kamu perlu menyimpan atau mendokumentasikan setiap ancaman yang kamu terima dari pelaku digital abuse. Baik itu berupa tangkapan layar dari percakapan di aplikasi pesan singkat, termasuk tanggal terjadinya situasi tersebut. Dokumen ini bisa dijadikan bukti dan membantumu memahami polanya.

  • Bicarakan hal ini dengan orang terdekat yang kamu percaya:

    Kekerasan hanya akan semakin berkembang dan berbahaya di dalam keheningan dan isolasi. Oleh karena itu, kamu bisa bicarakan situasimu saat ini kepada keluarga atau sahabat terdekat. Ingatlah bahwa kamu tidak harus menghadapi situasi ini sendirian.

  • Hubungi layanan darurat atau pendamping korban kekerasan:

    Para pendamping profesional paham bagaimana cara terbaik untuk mengatasi digital abuse. Mereka juga bisa memberikan bantuan keamanan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu. Di Indonesia, nomor layanan darurat adalah 112.

  • Pertimbangkan untuk melapor kepada penegak hukum:

    Digital abuse bisa termasuk dalam ranah tindak pengancaman atau penguntitan yang memiliki konsekuensi hukum. Itu sebabnya, kamu bisa mempertimbangkan untuk melaporkan tindakan tersebut jika dirasa sudah serius dan berbahaya.

Dengan memahami tanda digital abuse dalam hubungan, semoga kamu dapat mengenali polanya sedari awal, maupun mampu mengatasinya secara aman dan bijak.

Pos terkait