Pemantauan Angkutan Lebaran 2026 yang Digitalisasi
Pemantauan angkutan Lebaran tahun ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih modern dan terintegrasi. Hal ini dilakukan melalui berbagai metode seperti pelaporan simpul dan jaringan transportasi, pengawasan pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, layanan pengaduan masyarakat, hingga informasi sebaran fasilitas pendukung yang bekerja sama antar lembaga.
Digitalisasi dalam pemantauan angkutan Lebaran memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, pemerintah dapat mengendalikan pergerakan transportasi nasional secara efektif. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerapkan rencana operasi berbasis digital dalam pemantauan angkutan Lebaran 2026.
Sistem Pemantauan yang Terpadu
Pemantauan dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, serta pantauan kecelakaan. Selain itu, layanan pengaduan masyarakat juga menjadi bagian penting dari sistem ini. Informasi sebaran fasilitas pendukung pun disajikan secara kolaboratif antar lembaga.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa sistem pemantauan ini diperkuat dengan informasi cuaca dan peringatan dini, serta pengawasan melalui ribuan CCTV yang bekerja sama dengan berbagai pihak. “Secara total ada 7.159 titik pantauan CCTV, kita bekerjasama dengan BUMN dan swasta,” ujar Dudy dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Kepolisian RI dan dihadiri oleh berbagai instansi kementerian dan lembaga terkait di STIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026).
Selain itu, pemantauan juga mencakup data cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Digitalisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam mengendalikan pergerakan transportasi nasional.
Kerja Sama Lintas Sektor
Dudy menyampaikan bahwa keberhasilan angkutan Lebaran sangat ditentukan oleh soliditas kerja sama lintas sektor sejak tahap perencanaan hingga pengendalian di lapangan. Kemenhub akan berfokus pada pengaturan operasional transportasi, penyediaan kapasitas sarana prasarana, serta pengawasan keselamatan pada seluruh moda transportasi.
Kemenhub meminta kerja sama dari Polri terkait pengamanan dan manajemen lalu lintas. Hal ini mencakup pengamanan, pengaturan dan rekayasa lalu lintas, serta penegakan hukum guna menjaga ketertiban dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Antisipasi Kepadatan di Simpul Transportasi
“Perlu antisipasi kepadatan pada simpul-simpul transportasi yang berpotensi sangat padat, khususnya pada simpul-simpul transportasi strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan akses jalan utama,” kata Dudy.
Langkah antisipatif yang diperlukan antara lain adalah dengan manajemen lalu lintas kendaraan masuk dan keluar, serta memastikan kesiapan layanan angkutan umum atau feeder. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan perjalanan masyarakat selama Lebaran dapat berjalan lancar dan aman.





