Kabar Duka: Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Meninggal Dunia
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3/2026). Informasi ini disampaikan oleh anak kandungnya, Taufik Dwi Cahyono, yang menjelaskan bahwa ayahnya mengalami penurunan kesehatan sejak 16 Februari 2026.
Taufik mengatakan bahwa ayahnya dirawat di RSPAD dan mendapatkan perawatan terbaik selama masa perawatannya. “Dirawat sejak 16 Februari. Jadi, cuma tiba-tiba selera makan turun, dikasih obat, dikasih makan. Terus tadi pagi kami dikabari semuanya nge-drop,” ujar Taufik, seperti dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV, Senin.
Menurut Taufik, Try Sutrisno tidak mengalami penyakit yang serius. Hanya saja, ia mengalami penurunan kemampuan pernapasan dan selera makannya juga turun. “Jadi enggak ada yang penyakit yang luar biasa insyaallah. Memang nafsu turun, susah makan, pasti susah minum, dehidrasi, bawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Taufik menyampaikan terima kasih kepada pihak RSPAD atas kerja samanya dalam menangani ayahnya. Ia berharap pengurus rumah sakit bisa memberikan perawatan terbaik untuk almarhum.
Profil Singkat Wakil Presiden ke-6 RI
Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur. Ia adalah salah satu Wakil Presiden RI yang berasal dari golongan militer. Sebelum menjadi Wakil Presiden, Try Sutrisno diterima sebagai taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956. Ia juga mengenal Presiden Soeharto saat masa Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962.
Pada 1974, Try Sutrisno terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Pada Agustus 1985, ia naik pangkat menjadi Letnan Jenderal TNI dan diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) saat itu, Jenderal TNI Rudhini. Tak lama menjabat sebagai Wakasad, pada Juni 1986, ia diangkat menjadi Kasad menggantikan Rudhini.
Pada periode 1992–1997, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memilih Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden RI, mendampingi Soeharto melalui Sidang Umumnya pada 1993. Tugasnya sebagai Wakil Presiden berakhir pada 1998 dan digantikan oleh BJ. Habibie dalam Sidang Umum MPR.
Keluarga dan Anak-anak Try Sutrisno
Try Sutrisno dikaruniai tujuh orang anak dari pernikahannya dengan Tuti Sutiawati. Berikut adalah profil dari ketujuh anaknya:
-
Nora Tristyana MARS
Seorang dokter gigi yang menikah dengan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan RI. -
Dr. Taufik Dwi Cahyono, MSc
Berkarier sebagai dosen di Universitas Pertahanan (Unhan), turut mendedikasikan dirinya di bidang pendidikan strategis.
-
Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi
Pernah menjabat Kepala Korps Lalu Lintas Polri, dan pensiun dengan pangkat inspektur jenderal. -
Nori Chandrawati
Istri Marsda TNI Danang Hadiwibowo dan aktif sebagai Ketua Yayasan Krida Nusantara yang menaungi berbagai institusi pendidikan di Bandung. -
Isfan Fajar Satrio
Ketua Umum Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD) dan Ketua Pengawas Yayasan Krida Nusantara, dikenal sebagai aktivis pendidikan. -
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo
Perwira tinggi TNI AD, pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi, dan kini menjabat Pangkogabwilhan I. -
Natalia Indrasari
Putri bungsu yang kini berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat. Ia mengantongi lisensi resmi di Iowa, Virginia, dan Hawaii.
Dua Putra Mewarisi Jejak Sang Ayah
Beberapa anaknya juga mengikuti jejak Try Sutrisno di dunia militer. Salah satunya adalah Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang telah mencatatkan namanya sebagai salah satu perwira tinggi TNI AD yang cemerlang. Lahir pada 15 Maret 1971 di Malang, Kunto mewarisi darah militer dari sang ayah dan menunjukkan kualitas serta prestasi luar biasa dalam karier militernya.

Lulusan Akademi Militer tahun 1992 ini mengawali kariernya sebagai komandan peleton di Batalyon Linud 502/Ujwala Yudha, kemudian melesat menempati berbagai posisi penting, seperti Komandan Batalyon 500/Raider, Danbrigif 6/Trisakti Baladaya, Danrem 044/Garuda Dempo, Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, dan Pangdam III/Siliwangi.
Firman Shantyabudi menempuh jalur berbeda dari ayah dan saudaranya. Sebagai perwira tinggi Polri, ia memiliki perjalanan karier yang tak kalah gemilang. Sebagai mantan Kakorlantas Polri dan Asisten Logistik Kapolri, Firman terlibat dalam pengambilan kebijakan penting, terutama yang menyangkut pengelolaan arus lalu lintas nasional, termasuk saat mudik Lebaran dan dalam pengembangan teknologi e-Tilang.
Istana Berduka
Terpisah, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berduka atas kabar meninggalnya Try Sutrisno. “Benar. Kita berduka cita sangat mendalam,” ucap Prasetyo kepada wartawan, Senin.
Prasetyo memastikan telah meminta pihak RSPAD Gatot Soebroto memberikan atensi terbaik untuk almarhum. “Aku sudah minta RSPAD garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Try meninggal di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Senin pukul 06.58 WIB. Kabar tersebut dikonfirmasi mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya. “Wapres Ke-6 RI Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto,” kata Budi saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin.






