7 Kebiasaan Buruk Saat Berbuka yang Berisiko Ganggu Pencernaan

Makan Junk Food Harus Dihindari Saat Berbuka Puasa
Makan Junk Food Harus Dihindari Saat Berbuka Puasa

Tips Berbuka Puasa yang Sehat dan Nyaman

Waktu berbuka puasa menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim. Deretan hidangan yang tersaji di meja makan seringkali membuat seseorang ingin menyantap semuanya. Namun, perlu diingat bahwa saat maghrib tiba, kondisi lambung cenderung lebih sensitif karena kosong selama lebih dari 13 jam. Oleh karena itu, disarankan untuk berbuka puasa dengan air mineral dan kurma terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk melapisi lambung sehingga lebih siap menerima makanan dan menghindari peningkatan asam lambung secara cepat.

Sayangnya, bagi sebagian orang, momen berbuka justru menjadi ajang “balas dendam”. Akibatnya, keluhan seperti asam lambung naik, perut kembung, begah, mual, maag, dan GERD akan muncul. Jika Anda ingin nyaman tanpa terkena gangguan pencernaan selama bulan puasa, maka sebaiknya menghindari tujuh kebiasaan buruk saat berbuka berikut ini:

Makan Berlebihan

Saat berbuka, godaan untuk balas dendam dengan menyantap semua hidangan berbuka memang tidak bisa dihindari. Namun, makan terlalu banyak dapat menyebabkan perut begah dan asam lambung meningkat. Akibatnya, rasa mual dan tidak nyaman di perut akan muncul setelah makan.

Terlalu Banyak Konsumsi Gorengan

Gorengan memang menggoda untuk berbuka puasa. Namun, konsumsi terlalu sering gorengan dapat membuat masalah pencernaan. Makanan tinggi lemak ini sangat sulit dicerna dan dapat memicu gangguan pencernaan. Akibatnya, perut terasa panas, kembung, dan asam lambung bisa naik.

Makan Pedas Berlebihan

Setelah seharian berpuasa, perut dalam keadaan kosong dan lambung cenderung lebih sensitif. Konsumsi makanan pedas secara berlebihan dapat memicu GERD, mual, dan diare hebat.

Langsung Minum Minuman Berkafein

Saat berbuka, dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral dan kurma terlebih dahulu. Minuman berkafein seperti teh dapat menyebabkan tubuh terasa lebih lemas karena zat besi dan kalsium akan terserap. Saat ingin minum teh, sebaiknya menunggu waktu dua jam setelah berbuka setelah mengonsumsi makanan.

Merokok Saat Waktu Berbuka

Merokok saat perut kosong setelah berbuka dapat berdampak pada masalah pencernaan. Zat kimia pada rokok dapat membuat sensasi terbakar, nyeri ulu hati, dan memperparah gejala maag. Zat kimia di dalam rokok juga dapat mengiritasi lambung sehingga perasaan mual dan begah bisa muncul setelah makan.

Langsung Tidur Setelah Berbuka

Setelah makan berlebih biasanya tubuh akan merasa kantuk. Namun, langsung tidur dapat meningkatkan risiko asam lambung yang naik dan membuat perut terasa tidak nyaman.

Tidak Mengonsumsi Serat

Kurangnya serat pada menu berbuka puasa dari sayuran maupun buah-buahan dapat menimbulkan rasa sembelit di dalam tubuh. Sembelit inilah yang kemudian menyebabkan BAB tidak lancar dan menimbulkan rasa sakit di perut.


Pos terkait