Kehilangan Pemimpin Tertinggi Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran menyatakan bahwa tujuh komandan militer senior Iran meninggal dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya, IRGC mengungkapkan rasa belasungkawa atas kematian para komandan tersebut.
Serangan tersebut terjadi pada hari Sabtu, dengan AS dan Israel melakukan serangkaian serangan terhadap target di wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Laporan menyebutkan adanya kerusakan dan korban sipil akibat serangan ini.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga menjadi korban serangan Israel. Ia meninggal di kantornya pada hari Sabtu, dan media Iran melaporkan bahwa negara tersebut akan memasuki masa berkabung selama 40 hari.
Selain Khamenei, putri, menantu, dan cucunya, termasuk Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Mohammad Pakpour serta pejabat keamanan Ali Shamkhani, juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.
Ali Khamenei, yang berusia 86 tahun, telah memimpin Iran sejak 1989. Ia menggantikan pemimpin tertinggi pertama Republik Islam, Ruhollah Khomeini, yang berdiri pada 1979. Selama kepemimpinannya, Iran mengembangkan program nuklir dan memperluas dukungan terhadap aktor-aktor Muslim Syiah di Timur Tengah, seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan Kata’ib Hezbollah di Irak. Di bawah kepemimpinannya, Iran juga mendanai dan melatih Hamas, yang mengambil alih Jalur Gaza pada 2007 dalam pemilu.
Meskipun dikenal sebagai tokoh moderat, Khamenei juga mengeluarkan fatwa yang mengharamkan senjata nuklir, sehingga menghalangi kubu garis keras Iran untuk mengembangkan senjata tersebut.
Setelah pengumuman kematian Khamenei, IRGC mengumumkan akan segera meluncurkan “operasi ofensif paling intens” terhadap Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah. Dalam pesan di Telegram, IRGC menyatakan bahwa operasi ofensif terbesar dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai.
IRGC merupakan cabang penting dari angkatan bersenjata Iran yang berpegang pada nilai-nilai Revolusi Islam 1979. Pemerintah di Teheran juga mengumumkan akan melancarkan pembalasan keras terhadap serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa kejahatan besar ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan membuka babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah.
Darah Khamenei akan “mengalir bagaikan mata air yang deras dan memberantas ketidakadilan dan kejahatan Zions Amerika.” Iran menanggapi dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.





