Serangan Gabungan AS dan Israel yang Menargetkan Pemimpin Tinggi Iran
Serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap beberapa wilayah di Iran pada hari Sabtu (28/2/2026) menimbulkan dampak signifikan. Dalam serangan tersebut, sebanyak tujuh komandan militer senior Iran dinyatakan tewas. Tentara pendudukan Israel (IDF) menjelaskan bahwa penargetan para perwira tinggi Iran merupakan serangan mendadak yang dilakukan secara tepat sasaran.
Serangan udara tersebut menargetkan dua lokasi tempat para komandan mengadakan pertemuan di ibu kota Teheran. Selain itu, rudal juga ditembakkan ke berbagai wilayah di Teheran, termasuk tempat kementerian pemerintah dan kompleks militer penting Iran. Media Iran melaporkan bahwa serangan ini menargetkan Kementerian Intelijen, Kementerian Pertahanan, Organisasi Energi Atom Iran, serta kompleks militer Parchin.
Menurut laporan dari CBS News, sumber intelijen dan militer melaporkan adanya 40 pejabat Iran yang tewas dalam serangan tersebut. Salah satu tokoh yang menjadi sorotan adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas bersama putrinya, menantunya, dan cucunya.
Juru bicara pasukan IDF, Efi Defrin, membeberkan identitas tujuh petinggi Iran yang tewas dalam serangan tersebut. Mereka mencakup komandan Garda Revolusi Iran, Menteri Pertahanan, dan penasihat keamanan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Profil Tujuh Komandan Tinggi Militer Iran yang Tewas
-
Ali Shamkhani
Seorang perwira senior dan politikus dengan pangkat laksamana di Garda Revolusi Iran, Shamkhani memimpin Kementerian Pertahanan dan Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Ia juga diangkat sebagai komandan pertama Garda Revolusi di provinsi Khuzestan, kemudian memimpin pasukan darat Garda sebelum menjadi wakil panglima tertinggi pasukan Garda. Shamkhani memainkan peran penting dalam negosiasi nuklir dengan AS pada tahun 2025 dan menandatangani perjanjian Beijing untuk melanjutkan hubungan dengan Arab Saudi pada tahun 2023. -
Mohammed Bakbour
Pemimpin militer Mohammad Pakpour diangkat sebagai panglima tertinggi Garda Revolusi Iran pada Juni 2025, menggantikan Mayor Jenderal Hossein Salami. Pakpour, yang memiliki gelar doktor di bidang geografi politik, meniti karier hingga akhirnya memimpin pasukan darat Garda Revolusi dan unit khusus Saberin sebelum menjadi komandan Garda Revolusi. Militer Israel mengklaim bahwa Pakpour bertanggung jawab atas rencana Iran untuk menghancurkan Israel. -
Salah Asadi
Asadi menjabat sebagai kepala departemen intelijen di komando darurat militer dan merupakan perwira intelijen senior di Staf Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran. Militer Israel mengklaim bahwa Asadi terlibat dalam merumuskan strategi Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat. -
Muhammad Shirazi
Brigadir Jenderal Muhammad Shirazi telah diangkat sebagai kepala kantor militer Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sejak tahun 1989. Militer Israel mengklaim bahwa Shirazi bertanggung jawab atas koordinasi antara komandan angkatan bersenjata senior dan Pemimpin Tertinggi. -
Aziz Nasirzadeh
Seorang pemimpin militer Iran yang bergabung dengan angkatan udara negaranya pada usia 19 tahun, Nasirzadeh berpartisipasi dalam Perang Iran-Irak sebagai pilot pesawat tempur F-14. Setelah Masoud Pezeshkian memenangkan pemilihan presiden 2024, ia dinominasikan untuk mengambil alih Kementerian Pertahanan dan memenangkan kepercayaan Parlemen pada 21 Agustus 2024. -
Hussein Jabal Amelian
Menurut Iran International, Hussein Jabal Amelian bertanggung jawab atas industri angkatan laut Garda Revolusi Iran. Militer Israel mengklaim bahwa ia terlibat dalam pengembangan teknologi dan senjata canggih serta proyek di bidang senjata nuklir, biologi, dan kimia. -
Reza Mozaffari Nia
Seorang komandan di Garda Revolusi dan mantan kepala organisasi Iran “SPND,” Reza Mozaffari Nia diklaim oleh tentara Israel sebagai orang yang memperkuat upaya untuk mengembangkan senjata nuklir.
Operasi Pengecohan yang Sangat Canggih
Mengenai rincian serangan yang menargetkan para pemimpin Iran, surat kabar Israel Maariv mengutip seorang pejabat senior pertahanan yang menyebut operasi tersebut sebagai “operasi pengecohan yang sangat presisi.” Decoy operation ini dipimpin oleh cabang intelijen tentara Israel. Narasumber menambahkan bahwa serangan berhasil mengejutkan Iran dan bahwa AS serta Israel membagi area operasi masing-masing. Menurut sumber yang sama, lebih dari 200 pesawat Israel meluncurkan ratusan rudal ke 500 target Iran secara bersamaan.





