DENPASAR – Seluruh penerbangan dari Qatar dan Dubai, Uni Emirat Arab ke Bali dibatalkan akibat situasi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Perubahan ini memengaruhi jadwal penerbangan yang sebelumnya telah direncanakan.
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menjelaskan bahwa hingga Senin (2/3/2026), terdapat tujuh penerbangan dari Qatar dan Dubai yang dibatalkan. Beberapa penerbangan tersebut adalah:
- Etihad EY476 STA 11.35 WITA (1 Maret) rute Abu Dhabi (AUH) ke Denpasar (DPS).
- Emirates EK368 STA 16.30 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS).
- Emirates EK398 STA 22.20 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS).
- Qatar Airways QR960 STA 22.50 WITA (1 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS).
- Qatar Airways QR961 STA 05.10 WITA (2 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS).
- Emirates EK368 STA 16.30 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS).
- Emirates EK398 STA 22.20 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS).
Menurut Sandi, total 15 penerbangan rute internasional yang mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal. Adapun, jumlah calon penumpang yang terkena dampak mencapai 3.197 orang, yang merupakan data keberangkatan. Penanganan terhadap seluruh penumpang dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah. Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi seperti maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, dan aparat keamanan untuk memastikan kondisi tetap aman dan jadwal penerbangan diperbarui secara berkala.
Selain itu, bandara juga telah menyiapkan rencana pengaturan parking stand dari pesawat yang terdampak. Alokasi ini dialokasikan untuk lima pesawat udara dari tiga maskapai penerbangan yang terkena dampak perubahan jadwal.
Sandi mengimbau kepada calon penumpang pesawat untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan agar mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan ketidaknyamanan dan memberikan pelayanan yang optimal bagi para penumpang.





