Pembatalan Tujuh Penerbangan Internasional dari Bandara Soekarno-Hatta
Akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sebanyak tujuh penerbangan pesawat yang menuju luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dibatalkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian terkait penutupan wilayah udara di sejumlah wilayah Timur Tengah.
Pgs. Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan terjadi karena adanya penutupan wilayah udara (airspace closed) di beberapa negara di kawasan tersebut. Dampaknya, beberapa penerbangan rute Timur Tengah dari Bandara Soekarno-Hatta mengalami pembatalan keberangkatan.
Berikut adalah daftar penerbangan yang terdampak:
- Etihad Airways dengan kode EY472 tujuan Abu Dhabi
- Qatar Airways QR954 menuju Doha
- Qatar Airways QR957 tujuan Doha
- Emirates EK357 menuju Dubai
- Etihad Airways EY475 tujuan Abu Dhabi
- Garuda Indonesia GA900 tujuan Doha
- Etihad Airways EY473 dengan tujuan penerbangan ke Abu Dhabi
Selain penerbangan keberangkatan, beberapa penerbangan kedatangan juga dibatalkan, antara lain:
- Etihad Airways EY472 rute Abu Dhabi-Jakarta
- Qatar Airways QR954 rute Doha-Jakarta
Penanganan terhadap penumpang yang terdampak dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Termasuk dalam hal ini adalah proses pembatalan dokumen perjalanan di area imigrasi serta koordinasi dengan maskapai terkait untuk pengaturan akomodasi dan penjadwalan ulang penerbangan.
Calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan menuju rute Timur Tengah diminta agar aktif memantau perkembangan informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau dengan menghubungi layanan pelanggan terkait guna mendapat informasi terkini mengenai keberangkatan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan operasional di seluruh terminal, khususnya layanan penerbangan internasional. Hal ini dilakukan agar setiap potensi kendala dapat direspon secara cepat dan tepat.
Adapun operasional penerbangan di bandara terbesar se-Indonesia itu untuk rute internasional lainnya masih tetap berjalan sesuai rencana awal dengan aman, tertib, dan lancar.
Menurut Aziz Fahmi Harahap, koordinasi intensif diterapkan dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait guna mengantisipasi berbagai kemungkinan dinamika operasional dan memastikan standar keselamatan, keamanan, serta menjaga pelayanan agar tetap beroperasi.
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh pemangku kepentingan terus memastikan seluruh aktivitas pelayanan berjalan optimal, baik pada proses keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Secara umum, situasi di terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta saat ini tetap dalam kondisi aman dan kondusif.





