9 Jemaah Umrah Jepara Aman di Tanah Suci Saat Perang Iran

Kabar Dari Tanah Suci 2 Kloter Tertunda Pulang Imbas Perang Israeliran Dirjen Phu Jemaah Aman Di Jeddah 270588 1
Kabar Dari Tanah Suci 2 Kloter Tertunda Pulang Imbas Perang Israeliran Dirjen Phu Jemaah Aman Di Jeddah 270588 1

Kondisi Jemaah Umrah Asal Jepara di Tanah Suci

Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara telah memastikan bahwa sembilan jemaah umrah yang sedang beribadah di Tanah Suci dalam kondisi aman. Mereka tidak terdampak oleh serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Saat ini, sebanyak 27 jemaah lainnya dari Jepara sedang dalam perjalanan pulang ke Tanah Air.

Sebagai tindakan pencegahan, Kemenhaj Jepara sementara melarang pemberangkatan ibadah umrah akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan para jemaah.

Jemaah Umrah yang Masih Berada di Tanah Suci

Saat ini, masih ada sembilan jemaah umrah asal Jepara yang berada di Tanah Suci. Mereka berangkat sebelum terjadinya perang di kawasan tersebut. Jemaah-jemaah ini bersama-sama dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) PT Buroq Haji dan Umroh Jepara.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati, mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap jemaah umrah melalui PPIU. Ia menegaskan bahwa saat ini belum waktunya bagi jemaah tersebut untuk kembali ke Tanah Air.

“Masih ada jemaah yang di sana (Tanah Suci), belum saatnya pulang,” ujarnya. “Kondisinya dalam keadaan aman, hasil koordinasi kami dengan PPIU.”

Jemaah yang Sedang Pulang ke Tanah Air

Sementara itu, 27 jemaah lainnya sudah mulai diterbangkan dari Arab Saudi sejak Minggu (1/3/2026). Mereka dijadwalkan tiba di Tanah Air hari ini setelah transit di Jakarta. Siti menyebut bahwa jemaah umrah yang sedang dalam perjalanan pulang juga dalam kondisi baik dan telah melewati zona perang secara aman.

“Kondisinya di Makkah aman. Kami terus melakukan koordinasi dengan biro umrah,” ujar dia.

Imbauan Resmi dari Kemenhaj RI

Zuliati menyebut bahwa Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah mengeluarkan imbauan resmi terkait konflik peperangan yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Kemenhaj RI mengimbau kepada PPIU agar tidak memberangkatkan jemaah umrah sementara waktu hingga kondisi membaik.

Kemenhaj juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, dan beberapa pihak terkait untuk menjamin keamanan bagi semua jemaah umrah.

“Yang sudah berangkat (ke Tanah Suci), ada umrah paket Ramadan. Berangkat sebelum terjadi perang,” kata Siti. “Saat ini, kami (Kantor Kemenhaj) tidak mengizinkan perjalanan umrah karena kondisi yang tidak memungkinkan.”

“Koordinasi terus kami lakukan dengan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi terkait perkembangan kondisi di Arab Saudi.”

“Keselamatan jemaah jadi prioritas kami,” tegasnya.

Tindakan yang Dilakukan Kemenhaj Jepara

Selain itu, Kemenhaj Jepara juga terus memantau situasi secara berkala dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh jemaah umrah tetap dalam kondisi aman dan nyaman selama masa perjalanan mereka.

Dengan adanya larangan sementara untuk pemberangkatan, Kemenhaj Jepara berharap dapat memberikan perlindungan maksimal kepada jemaah umrah yang akan melakukan perjalanan ke Tanah Suci. Mereka juga terus memperbarui informasi dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan jika situasi kembali membaik.


Pos terkait