9 Orang Yahudi Tewas, 11 Lainnya Hilang di Bunker, Puluhan Terluka Akibat Rudal Iran

S2jt7lx8ot
S2jt7lx8ot

Peristiwa Serangan Rudal Balistik Iran di Israel

Pada hari Minggu, sebuah serangan rudal balistik Iran menewaskan sembilan orang Yahudi di kota Beit Shemesh, Israel. Beberapa korban terjebak dalam bunker dan beberapa lainnya luka-luka, termasuk anak-anak. Serangan ini juga menyebabkan beberapa tempat perlindungan bom hancur, dengan sebagian besar korban tewas di dalam dan di luar bunker.

Kepala Komando Front Dalam Negeri IDF, Mayjen Shai Kleper, memperingatkan warga Israel untuk tetap pergi ke tempat perlindungan bom dan ruang aman, meskipun ada korban yang jatuh di dalam penampungan. Menurutnya, tempat-tempat tersebut memberikan perlindungan yang sangat penting jika tidak terkena serangan langsung.

Respons Darurat dan Evakuasi Korban

Sebanyak 30 ambulans dari Magen David Adom dikirim ke lokasi kejadian di Beit Shemesh. Sementara itu, tim Pencarian dan Penyelamatan Komando Front Dalam Negeri bekerja sama dengan pasukan medis dan helikopter untuk mengevakuasi korban luka. Hadassah-University Medical Center menerima 18 korban luka, termasuk tiga anak-anak, sedangkan 17 lainnya dievakuasi ke kampusnya di Mount Scopus.

Selain itu, seorang wanita berusia 60-an meninggal setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Ichilov Sourasky Medical Center di Tel Aviv karena mengalami sesak napas saat berjalan menuju ruang aman. Meskipun upaya resusitasi dilakukan, dokter akhirnya menyatakan dia meninggal.

Kenaikan Serangan Rudal Balistik Iran

Serangan rudal Iran terhadap Israel meningkat secara signifikan pada hari Minggu. Banyak putaran peringatan sirene berbunyi di seluruh negeri sebagai respons terhadap pengakuan Republik Islam atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Meskipun Khamenei diduga telah meninggal pada awal perang, respons yang lebih intensif baru datang beberapa jam kemudian.

Menurut IDF, volume dan kecepatan serangan rudal pada hari Minggu mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jumlah rudal yang ditembakkan melebihi jumlah pada bulan Juni 2025, dengan beberapa salvo melibatkan hingga 200 rudal balistik.

Persiapan Militer dan Sipil yang Lebih Baik

Komando Front Dalam Negeri IDF menyatakan bahwa mereka jauh lebih siap untuk serangan rudal Iran dibandingkan pada konflik sebelumnya. Proses peringatan umum yang berlangsung 10-20 menit sebelum ancaman, diikuti dengan sirene 90 detik sebelum ancaman, serta kesadaran masyarakat sipil untuk tetap dekat dengan ruang aman, telah meningkatkan tingkat keamanan negara.

Mayjen Kleper, yang menjalankan perannya sejak Juli 2025, mengatakan bahwa saat ini terdapat lebih banyak tim penyelamat yang siap bertindak jika terjadi dampak besar. Selain itu, IDF berharap perubahan taktis dalam mengarahkan garis tembak rudal lebih jauh dari Israel akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Pembatasan Perjalanan Udara dan Tindakan Pencegahan

Menurut Komando Front Dalam Negeri, semua perjalanan udara ke dan dari Israel akan ditutup setidaknya satu hari lagi. Situasi akan dievaluasi ulang setiap hari ke depan. Saat ini, perekonomian dan sistem sekolah ditutup, dan hanya layanan penting yang tetap beroperasi.




Pos terkait