Aceh Mengalami Inflasi Tertinggi pada Februari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Aceh menjadi provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi pada bulan Februari 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan bahwa inflasi di Aceh mencapai 6,9%, sedangkan inflasi terendah tercatat di Papua Pegunungan sebesar 0,63%.
Menurut Ateng, tiga komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi di Aceh adalah listrik, emas perhiasan, dan beras. Tarif listrik memberikan kontribusi sebesar 2,19% terhadap inflasi, sementara emas perhiasan berkontribusi sebesar 0,99%, dan beras sebesar 0,85%. Secara keseluruhan, inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76% secara tahunan atau year on year.
Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026. Ateng menjelaskan bahwa inflasi yang tinggi ini dipengaruhi oleh adanya low base effect, yaitu efek dasar yang rendah pada periode sebelumnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan diskon tarif listrik yang diterapkan pemerintah pada Januari dan Februari 2026 memengaruhi IHK pada bulan tersebut.
Penyumbang Utama Inflasi
Komoditas utama yang menyumbang inflasi pada Februari 2026 adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 2,26%. Komoditas dalam kelompok ini antara lain tarif listrik dan biaya sewa rumah. Kenaikan tarif listrik dikarenakan penghapusan diskon 50% yang diberlakukan pada Februari 2025 lalu.
Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Februari 2026, yaitu bensin dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen. Berdasarkan komponen, inflasi bulan Februari 2026 didorong oleh inflasi komponen bergejolak dengan andil inflasi sebesar 0,41 persen. Komoditas dominan yang memberikan andil inflasi pada komponen ini adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.
Sementara itu, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,27 persen. Komoditas utama yang menyumbang inflasi pada komponen ini adalah emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk. Di sisi lain, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan andil inflasi hampir 0 persen. Namun, terdapat komoditas yang dominan memberikan andil deflasi pada komponen ini, yaitu bensin.
Perbedaan Tingkat Inflasi di Berbagai Wilayah
Secara regional, tercatat 33 provinsi mengalami inflasi pada Februari 2026, sedangkan 5 provinsi lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen, sementara deflasi terdalam tercatat di Papua Barat sebesar 0,65 persen.
Ateng juga menyampaikan bahwa tingkat inflasi Februari 2026 yang bertepatan dengan momen Ramadan ini masih lebih rendah dibandingkan momen Ramadan pada tahun 2022 (April 2022) dan Ramadan 2025 (Maret 2025). Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dan stabilisasi harga telah berhasil dalam mengendalikan inflasi meskipun ada faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan harga.





