JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan di tengah situasi yang tidak menentu, termasuk kabar bahwa saham perseroan dikeluarkan dari daftar LQ-45 dan indeks MSCI.
Billy Utama Suria, Head of Investor Relation ACES, menjelaskan bahwa perubahan posisi saham dalam indeks seperti MSCI Indonesia Index maupun LQ45 adalah hal yang wajar dan biasa terjadi dalam dunia pasar modal. Ia menekankan bahwa hal tersebut tidak berada di bawah kendali perseroan.
“Keluar-masuknya saham dari indeks adalah hal yang biasa bagi sebuah emiten. Di balik itu, yang paling penting adalah fokus pada pertumbuhan bisnis,” ujarnya pada Selasa (24/2/2026).
Menurut manajemen ACES, peningkatan kualitas fundamental perusahaan akan segera terlihat oleh pasar dalam bentuk kenaikan harga saham, meskipun ada dinamika jangka pendek di tingkat indeks. Oleh karena itu, strategi utama perseroan saat ini adalah fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui berbagai inisiatif strategis.
Fokus pada Ekspansi dan Optimalisasi Jaringan
Salah satu prioritas utama ACES adalah ekspansi gerai. Perseroan terus melakukan pengembangan merek Azko dan Neka, serta meningkatkan efisiensi dari jaringan toko yang sudah ada. Selain itu, ACES juga memberikan perhatian besar terhadap pertumbuhan same store sales growth (SSSG), yang menjadi indikator kesehatan operasional perusahaan.
“SSSG sangat penting bagi kami untuk mengukur kualitas pertumbuhan yang menguntungkan,” tambahnya.
Di tengah kondisi volatilitas ekonomi dan ketidakpastian pasar, efisiensi menjadi salah satu pilar utama yang diperkuat oleh ACES. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga margin keuntungan dan meningkatkan kinerja di level bottom line.
Strategi Ekspansi di Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, ACES tetap menjadikan ekspansi sebagai agenda utama. Perseroan akan terus mengevaluasi potensi pembukaan toko baru sambil meningkatkan produktivitas dari gerai yang sudah beroperasi.
Laba bersih ACES yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp481,09 miliar per kuartal III/2025. Namun, laba ini turun sebesar 16,21% secara tahunan dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp574,22 miliar.
Meskipun demikian, ACES mencatatkan peningkatan penjualan bersih sebesar 1,69% secara tahunan menjadi Rp6,33 triliun per kuartal III/2025, dibandingkan dengan Rp6,22 triliun pada kuartal III/2024. Penjualan terbesar berasal dari segmen usaha produk perbaikan rumah, yang mencapai Rp3,29 triliun atau naik 2,36% YoY. Sementara itu, penjualan produk gaya hidup melonjak 52,89% YoY menjadi Rp2,75 triliun.
Perubahan Indeks dan Dampaknya
Sebelumnya, MSCI mengumumkan hasil peninjauan berkala MSCI Equity Indexes untuk periode Februari 2026, yang mencakup beberapa perubahan terkait emiten asal Indonesia. Salah satunya adalah penghapusan nama PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) dari perhitungan Indeks MSCI Global Small Cap.
Pada akhir Januari lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks LQ45, yang menyebutkan bahwa ACES dikeluarkan dari daftar indeks LQ45.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





