JAKARTA — Sejumlah anggota direksi PT Bank JTrust Tbk. (BCIC) melakukan pembelian saham perseroan secara bersamaan pada 26 Februari 2026. Total jumlah saham yang dibeli mencapai 162.800 saham dengan harga Rp156 per saham. Tujuan dari aksi tersebut adalah untuk investasi, bukan untuk mengambil atau mempertahankan pengendalian terhadap perusahaan.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Maret 2026, transaksi ini tidak dimaksudkan untuk mengubah struktur kepemilikan saham atau pengendalian perusahaan. Seluruh transaksi dilakukan melalui skema repurchase agreement dan dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang oleh para direksi.
Secara detail, Ritsuo Fukadai, Direktur Bank JTrust, membeli 3.100 saham dengan nilai total sekitar Rp483.600. Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat dari 132.100 saham menjadi 135.200 saham.
Djoko Prayitno, Direktur lainnya, menambahkan 63.900 saham dengan harga yang sama, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp9.968.400. Kepemilikannya naik dari 2.774.000 saham menjadi 2.837.900 saham.
Helmi Arif Hidayat juga melakukan pembelian sebesar 63.900 saham senilai sekitar Rp9.968.400. Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat dari 2.778.300 saham menjadi 2.842.200 saham.
Felix Istyono Hartadi, Direktur lainnya, membeli 31.900 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp4.976.400. Kepemilikannya berubah dari 1.353.500 saham menjadi 1.385.400 saham.
Jika diakumulasikan, total dana yang digelontorkan oleh jajaran direksi dalam aksi pembelian saham ini mencapai sekitar Rp25.396.800.
Seluruh transaksi tersebut dikategorikan sebagai pembelian saham untuk investasi melalui skema repurchase agreement. Dalam laporan kepada regulator, disebutkan bahwa para direksi bukan merupakan pemegang saham pengendali dan tidak ada perubahan signifikan dalam struktur pengendalian setelah transaksi dilakukan.
Alasan Pembelian Saham oleh Direksi
Pembelian saham oleh para direksi dapat menjadi indikasi positif bagi investor. Hal ini menunjukkan bahwa para pemimpin perusahaan percaya pada prospek jangka panjang Bank JTrust. Meskipun transaksi tidak bertujuan untuk mengambil alih pengendalian, tindakan ini bisa memberikan keyakinan bahwa manajemen memiliki visi yang kuat terhadap pertumbuhan perusahaan.
Beberapa faktor yang mungkin menjadi dasar pembelian saham antara lain:
- Kepuasan terhadap kinerja perusahaan: Para direksi mungkin melihat potensi pertumbuhan dan stabilitas finansial Bank JTrust.
- Strategi jangka panjang: Pembelian saham bisa menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai saham dalam jangka panjang.
- Kepercayaan terhadap manajemen: Kepemilikan saham oleh direksi sering kali mencerminkan kepercayaan mereka terhadap arah bisnis perusahaan.
Impak Terhadap Pasar
Meski pembelian saham oleh direksi tidak menyebabkan perubahan struktur kepemilikan, hal ini bisa memengaruhi persepsi pasar. Investor cenderung lebih percaya pada perusahaan yang manajemennya aktif berinvestasi dalam saham sendiri. Ini bisa memicu peningkatan permintaan saham atau stabilisasi harga.
Namun, penting untuk dicatat bahwa keputusan investasi tetaplah tanggung jawab individu. Data dan informasi yang tersedia tidak selalu cukup untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Oleh karena itu, calon investor disarankan untuk melakukan analisis mendalam dan berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum memutuskan.
Bank JTrust Indonesia Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





