Adib Satria, Jemaah Umrah Balikpapan, Masih di Makkah, Khawatir Dampak Konflik AS-Iran

Kondisi Jemaah Umrah di Makkah Saat Ketegangan Timur Tengah

Ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat ke Iran memicu rasa khawatir bagi sejumlah warga Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Hal ini juga dirasakan oleh warga Balikpapan yang sedang menunaikan ibadah umrah di Makkah saat ini.

Salah satu tokoh yang mengalami rasa waswas adalah Adib Satria Negara, seorang MUA (Make Up Artist) terkenal asal Kota Balikpapan. Ia telah berada di Mekkah dan Madinah selama beberapa hari dan mengaku sempat merasa cemas ketika kabar tentang eskalasi konflik antara Iran dan Israel mulai ramai diberitakan.

“Kalau ditanya ada rasa takut atau tidak, sebagai manusia tentu ada rasa waspada. Apalagi keluarga di rumah juga ikut cemas dan terus bertanya kondisi di sini,” ujarnya saat diwawancarai melalui pesan Instagram, Senin (2/3/2026).

Meskipun begitu, Adib menyatakan bahwa situasi di Makkah maupun Madinah tetap kondusif. Aktivitas ibadah berjalan normal, dan jemaah tetap memadati Masjidil Haram seperti biasanya.

“Alhamdulillah, sejauh ini kondisi tetap tertib. Aktivitas ibadah berjalan seperti biasa, jamaah juga tetap khusyuk menjalankan ibadahnya,” katanya.

Menurut Adib, justru saat berada di Tanah Suci, perasaan tenang lebih terasa meski di tengah isu global yang berkembang. Ia mengungkapkan bahwa rasa waspada itu ada, tetapi tidak sampai mengalahkan keyakinannya.

“Rasa waspada itu ada, tapi tidak sampai mengalahkan keyakinan. Justru ketika berada di Tanah Suci, hati terasa lebih tenang. Kami tetap mengikuti arahan petugas dan menjaga diri dengan baik,” ungkap Adib.

Ia memilih untuk tetap fokus pada tujuan utama keberadaannya di Mekkah, yakni memperbanyak ibadah dan doa. Menurutnya, jika semua pihak melakukan ikhtiar dan tawakal, maka Allah akan menjaga mereka.

“InsyaAllah selama kita ikhtiar dan tawakal, Allah jaga. Fokus kami di sini tetap ibadah, memperbanyak doa, dan menjaga ketenangan,” tutupnya.

Pengalaman Jemaah Asal Balikpapan

Kisah Adib menjadi gambaran bagaimana jemaah asal Balikpapan mencoba menenangkan diri dan keluarga di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil. Mereka tetap mengedepankan ikhtiar dan tawakal dalam menghadapi tantangan yang terjadi.

Beberapa bandara di kawasan Timur Tengah sempat menutup semua penerbangan, sehingga beberapa jamaah asal Indonesia terlantar di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Namun, para jemaah tetap berusaha untuk tetap tenang dan menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Peran Petugas dan Kepercayaan Diri

Adib menekankan pentingnya mengikuti arahan dari petugas yang berwenang. Menurutnya, kepercayaan diri dan kesadaran akan tanggung jawab dapat membantu menjaga ketenangan dan kestabilan mental selama berada di luar negeri.

Dengan kondisi yang masih dinamis, para jemaah harus tetap waspada namun tidak perlu terlalu panik. Selain itu, mereka juga perlu memastikan bahwa semua persiapan sudah dilakukan secara matang agar bisa menghadapi segala kemungkinan.


Pos terkait